Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi di Blockchain

anisa giovanny     Saturday, January 16 2021

Sejak Bitcoin ditemukan pada tahun 2009 oleh penciptanya yang misterius, Satoshi Nakamoto, teknologi blockchain telah semakin populer, dengan penggunaan yang terus meningkat. 

Namun, terlepas dari meningkatnya popularitas teknologi blockchain, masih banyak yang mempertanyakan apakah desentralisasi yang dibawa blockchain adalah sebuah keuntungan atau sebaliknya ? 

Baca juga: Apa Itu Blockchain ?

Artikel ini akan memberikan informasi mengenai apa saja kekurangan dan kelebihan dari teknologi baru ini. 

Teknologi Blockchain 

Sebelum kita mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan dari blockhain, mari kita pahami lagi apa sih sebenarnya teknologi blockchain itu? 

Blockchain adalah buku besar yang diamankan secara kriptografis, universal, sumber terbuka, dan terdesentralisasi untuk melacak transaksi. 

Artinya ini tidak dikendalikan oleh bank, pemerintah atau organisasi dan ia dapat diakses oleh siapa saja dengan koneksi internet. Teknologi Blockchain umum digunakan untuk cryptocurrency. 

Baca juga: Apa itu Cryptocurrency ?

Konsep blockchain pada awalnya ada di tahun 1991 oleh Stuart Haber dan W. Scott Stornetta. Itu tidak benar-benar mendapatkan daya tarik utama sampai tahun 2010-an, karena banyak orang menjadi terbiasa dengan penggunaannya sebagai sarana untuk memantau transaksi Bitcoin dan menjaga integritas jaringan Bitcoin. 

Namun, teknologi blockchain tidak hanya digunakan oleh Bitcoin. Banyak cryptocurrency lain, dan bahkan bisnis juga telah mengadopsi teknologi baru dan inovatif ini. 

Keuntungan dari Desentralisasi Blockchain 

Terlepas dari konsep blockchain yang masih baru, nyatanya  teknologi ini telah digunakan oleh banyak aspek kehidupan dan berguna dalam bisnis.

Di mana blockchain biasa digunakan? 

Nah, biasanya teknologi ini digunakan untuk industri yang melibatkan proses pengiriman. Contohnya  pabrik susu yang menggunakan  blockchain bisa membuat konsumen mengetahui asal muasal produk susu yang mereka minum dari proses pembuatan sampai pengemasan. 

Singkatnya, dengan blockchain orang-orang bisa mengetahui informasi dari hulu ke hilir, dari itu masih menjadi barang mentah hingga menjadi barang siap pakai. 

Itu hanya salah satu keunggulan blockchain, masih ada keuntungan lain dari teknologi ini. Terutama sifatnya yang terdesentralisasi. 

Apa saja, ya? Simak artikel ini sampai habis. 

1. Pencegahan Penipuan 

Karena blockchain diibaratkan sebagai buku besar, dan setiap transaksi dicatat di sana. Maka akan sangat mudah untuk mengetahui segala perubahan dan ada atau tidaknya penipuan. 

Integritas blockchain dipantau dan dikelola oleh penambang atau miners yang memvalidasi transaksi sepanjang hari.  Di blockchain ada ribuan penambang yang memvalidasi ribuan transaksi di seluruh dunia pada waktu tertentu. 

Sehingga blockchain memiliki pengawasan sepanjang waktu dan hampir kebal terhadap penipuan karena semua miners bisa mengetahui jika ada yang tidak beres dalam teknologi ini. 

2. Perlindungan 

Cryptocurrency yang berbasis blockchain tidak dikendalikan oleh pemerintah, bank swasta hingga banks sentral. 

Artinya, pemerintah tidak bisa melakukan invasi ke teknologi ini. Crypto dan blockchain pun menjadi teknologi yang aman terhadap inflasi, soalnya jumlah crypto terbatas dan pemerintah tidak ada andil untuk menambah atau menguranginya. 

Karena cryptocurrency  pada dasarnya hanyalah program perangkat lunak dengan jumlah koin terbatas.

Hal ini sangat berbeda dengan kondisi mata uang fiat yang dikendalikan penuh oleh pemerintah melalui bank sentral. Salah satu masalah yang sering terjadi ketika pemerintah ikut campur dengan mata uang adalah bahwa mereka akhirnya menciptakan inflasi atau hiperinflasi dengan merendahkan, mendevaluasi, dan / atau mencetak terlalu banyak mata uang dalam waktu singkat.  

3. Waktu Transaksi Lebih Cepat 

Cryptocurrency berbasis blockchain menyediakan waktu transaksi yang seringkali lebih cepat daripada waktu transaksi bank. Untuk beberapa transaksi bank 

seperti transfer bank, mungkin perlu berhari-hari agar transaksi dapat dilalui. 

Namun, transaksi yang dilakukan pada blockchain biasanya hanya memakan waktu beberapa menit. Fakta bahwa transaksi dapat dilakukan lebih cepat melalui cryptocurrency berbasis blockchain tanpa kehilangan keakuratan berpotensi menguntungkan bagi individu dan bisnis yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia.

Jika uang dapat mengalir lebih cepat maka bergerak dapat dilakukan lebih cepat, keputusan dapat dibuat lebih cepat, barang dapat bergerak dari titik a ke titik b lebih cepat, dll. Peningkatan kecepatan transaksi adalah hal yang baik untuk ekonomi global.

4. Efisiensi Keuangan yang Meningkat 

Blokade desentralisasi memungkinkan transaksi dilakukan langsung dari orang ke orang tanpa bantuan pihak ketiga. Ini sangat  meningkatkan efisiensi keuangan dan memungkinkan orang untuk tidak terlalu bergantung pada bank atau lembaga keuangan lainnya.

Tentunya ini bisa membuat banyak orang menghemat biaya yang dibebankan oleh pihak ketiga jika ingin melakukan transfer uang.  Fitur teknologi blockchain ini sangat penting bagi banyak orang yang ingin menghemat uang dalam keuangan mereka.

5. Tempat Penyimpanan Nilai yang Efektif 

Bitcoin, yang beroperasi pada rantai blok sering disebut sebagai digital cold. Ini karena ia memiliki banyak fitur unggulan.  Misalnya, jumlah terbatas, harus didapatkan dengan cara yang tidak mudah seperti ditambang. Karena itu Bitcoin yang bekerja di blockchain pun bisa menjadi cara yang sangat efektif sebagai alat penyimpanan nilai. 

Banyak orang telah menyadari hal ini, dan itu adalah bagian dari alasan mengapa harga Bitcoin cukup tinggi hingga pernah mencapai $20.000

Juga, Bitcoin dan mata uang berbasis blockchain lainnya memiliki satu keunggulan utama dibandingkan emas dan logam mulia lainnya sebagai penyimpan nilai. Mereka dapat disimpan di komputer atau perangkat seluler dan dikirim melalui internet dan tidak perlu disimpan brangkas.

Meskipun sifat desentralisasi blockchain ini memiliki banyak keunggulan. Tapi, ada juga kekurangannya. Berikut ini ada beberapa kekurangan dari desentralisasi blockchain.

Kekurangan Desentralisasi Blockchain

1. Kejahatan

Karena sifat anonim dari blockchain yang terdesentralisasi dan cryptocurrency yang bergantung pada mereka, mereka menjadi semacam instrumen keuangan yang disukai para penjahat. 

Salah satu contohnya adalah untuk digunakan sebagai transaksi ilegal di dark web. Hal ini dikarenakan Bitcoin dan Blockchain tidak terikat pada regulasi atau aturan dari pemerintah dan transaksi ini meski mudah dilacak namun bersifat anonim,sehingga sulit mengetahui siapa yang ada di baliknya. 

Baca juga: 5 Tips Menghindari Penipuan Berkedok Bitcoin

2. Volatilitas 

Banyak cryptocurrency yang menggunakan blockchain desentralisasi sangat fluktuatif. Misalnya, tidak jarang harga Bitcoin berfluktuasi 20% atau lebih dalam satu hari. Maksudnya adalah harganya mudah berubah dalam waktu singkat. Contohnya, pukul 07.00 WIB harganya ada di $10.000 kemudian di pukul 07.10 harganya ada di $9.800. 

Volatilitas ekstrim ini disebabkan karena crypto dan blockchain masih terbilang baru. Ini berarti bahwa pemerintah, investor, bisnis, dan masyarakat  sedang mencoba untuk memutuskan apakah mereka ingin menggunakan crypto dan blockchain atau tidak. tau tidak yang dapat menyebabkan banyak volatilitas.

Namun, terlepas dari volatilitas yang berlebihan, harga Bitcoin dan banyak cryptocurrency primer lainnya terus meningkat selama bertahun-tahun dalam tren kenaikan. Ini berarti bahwa banyak orang masih memilih untuk  menggunakannya.  

Baca juga: 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Investasi Bitcoin di 2021

Suatu hari, kapitalisasi pasar untuk cryptocurrency mungkin menemukan keseimbangan, dan itu dapat menurunkan volatilitas secara signifikan.

Bagaimanapun, volatilitas sekarang adalah sesuatu yang masih dianggap sebagai kerugian dari cryptocurrency berbasis blockchain yang terdesentralisasi.

3. Isu Penyimpanan 

Menyimpan cryptocurrency berbasis blockchain bisa menjadi masalah bagi orang yang tidak paham teknologi. Penyimpanan crypto sebetulnya sederhana, Anda cukup membeli dompet atau wallet. Ini adalah sebuah sebutan untuk tempat menyimpan aset. Wallet atau dompet ini ada berbagai jenis. 

Apa saja jenis dan cirinya? kamu bisa mengetahuinya di artikel ini

Dompet crypto sebetulnya sederhana, tapi karena banyak orang yang masih belum paham akan teknologi ini. Mereka jadi sedikit kebingungan, akhirnya mereka memilih menyimpan crypto di dompet yang disediakan bursa, sehingga aset mereka akan rentan terhadap peretasan karena exchange atau tempat jual beli aset bisa saja menjadi target kejahatan. 

Oleh karena itu menyimpan aset crypto di dompet yang aman dan terpercaya adalah keharusan. Tetapi, mengingat besarnya minat pada cryptocurrency yang sedang berlangsung, sangat mungkin pengguna akan diberikani penyimpanan aset yang mudah, aman dan murah.

Baca juga: 11 Bitcoin Wallet yang Aman dan Gratis


Blockchain adalah teknologi yang masih baru, semakin terkenal karena adanya Bitcoin. Karena masih seumur jagung masih banyak sekali yang bisa dikembangkan darinya.  Teknologi ini pun terkenal dengan sifat desentralisasinya yang dapat mencegah penipuan, waktu transaksi lebih cepat, perlindungan dan lain sebagainya.