Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ingin Jadi Crypto Trader Sukses ? Perhatikan 7 Hal Ini!

anisa giovanny     Friday, January 10 2020

Crypto trader atau pedagang aset kripto adalah seseorang yang melakukan jual beli aset kripto untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan pasar cryptocurrency. Tujuan dari crypto trader adalah beli saat murah dan jual saat mahal, cara ini digunakan agar bisa mendapatkan profit berlipat ganda.

Namun tidak semua perdagangan kripto menghasilkan keuntungan, ada pula yang mengalami kerugian. Karena crypto adalah aset yang high gain  dan high risk. Oleh karena itu para crypto trader pun harus memperhatikan beberapa hal agar trading yang mereka lakukan sukses. 

Berikut ini ada 7 hal yang harus Anda pahami jika ingin menjadi crypto trader yang sukses!

1. Hubungan Antara Risiko dan Reward

Seorang crypto-trader yang sukses harus memahami hubungan antara risiko dan reward atau imbalan yang akan mereka dapatkan. Manajemen risiko mengukur volatilitas dan kemungkinan hasil negatif terhadap perdagangan. Namun, trader yang sukses tidak boleh lari dari risiko karena risiko dan potensi pengembalian bisa berkorelasi positif. Semakin besar risiko yang Anda ambil, semakin besar ganjaran Anda jika Anda sukses melakukan trading dan tepat dalam membaca pergerakan pasar. 

2. Analisis Teknis

Crypto trader mengandalkan analisis teknis untuk mengidentifikasi dan memprediksi tren dan pola perubahan nilai mata uang. Analisis teknis membantu investor menemukan level support dan resistance utama. Informasi ini digunakan untuk menentukan waktu terbaik untuk masuk atau keluar dari trading. 

Baca juga: Apa itu trading ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Tren menggambarkan arah umum grafik cryptocurrency. Uptrends adalah serangkaian tertinggi lebih tinggi (titik resistensi) dan terendah lebih rendah (level support). Analisis teknis yang biasa digunakan adalah termasuk retracement Fibonacci, MA, dan Bollinger band. Fibonacci Retracements: Fibonacci retracement mengambil dua poin ekstrem (umumnya, poin tertinggi dan terendah) pada grafik dan membagi jarak vertikal dengan rasio Fibonacci berikut: 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, dan 100%. Selanjutnya, garis horizontal ditarik ke level support dan resistance yang memungkinkan.

Baca juga: Apa itu Moving Average ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Moving Averages: Moving average adalah indikator analisis teknis yang digunakan untuk “memuluskan” aksi harga pada grafik cryptocurrency dengan memisahkan fluktuasi harga acak dari tren keseluruhan. Simple moving average (SMA) mengambil harga rata-rata selama periode tertentu (seperti hari atau minggu),sedangkan eksponensial moving average (EMA) memberikan bobot lebih besar untuk harga saat ini.

Bollinger Bands: Bollinger bands adalah garis diplot dua standar deviasi di atas dan di bawah rata-rata bergerak sederhana dari grafik cryptocurrency. Banyak pedagang percaya bahwa ketika harga mendekati “lower band”, inilah saatnya untuk membeli dan ketika mereka mencapai “upper band”, inilah saatnya untuk menjual.

Baca juga: 5 Candlestick Patterns yang Paling Kuat

3. Berita dan Sentimen Komunitas

Selain analisis teknikal, crypto trader juga harus melacak diskusi komunitas dan acara berita karena informasi ini berdampak pada harga pasar cryptocurrency. Ini termasuk ke dalam analisis fundamental. Berita dan rumor dapat memiliki efek kuat di pasar dan seringkali menciptakan peluang perdagangan yang menguntungkan. Crypto trader bisa memanfaatkan kekuatan informasi dengan tetap aktif di komunitas Blockchain dan melacak berita industri.

4. Jenis Pesanan: Limits dan Stop Loss 

Pertukaran aset digital memiliki beragam alat yang dapat digunakan oleh trader crypto  untuk mencegah kesalahan dan mencegah kehilangan perdagangan menjadi tidak terkendali. Trader bisa menggunakan fitur  stop loss dan limit. Pedagang crypto harus memahami berbagai jenis pesanan dan teknik mitigasi kerugian.

Tidak seperti “pembelian” di pasar reguler, limit order memungkinkan Anda untuk menentukan harga maksimum yang bisa Anda bayarkan untuk mata uang kripto. Teknik ini mencegah Anda membayar lebih dari yang Anda harapkan jika harga naik saat pesanan Anda sedang diisi.

Baca juga: Apa itu Margin Trading ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Stop Loss, di sisi lain, secara otomatis bisa menjual cryptocurrency Anda jika harga jatuh ke level yang ditentukan, ini untuk mencegah Anda kehilangan lebih banyak uang daripada yang Anda harapkan.

5. Jangan Pernah Menaruh Semua Telur Anda dalam Satu Keranjang

Maksudnya adalah sebaiknya Anda jangan menaruh modal hanya di satu koin saja. Tapi pecahlah modal itu ke beberapa koin. Ini berguna jika koin satu harganya jatuh, kerugian Anda bisa ditutup oleh koin lainnya. Crypto trader sukses biasanya akan membagi modal mereka ke beberapa bagian, sehingga mereka bisa melakukan trading berkali-kali sesuai dengan pembagian modal yang mereka miliki. Ibaratnya jika modal pertama gagal, trader masih memiliki modal lain untuk melakukan trading, dan jika tepat bisa saja menutup kerugian di modal pertama. 

Baca juga: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Agar Transaksi Crypto Tidak Gagal

6. Selalu belajar dari kesalahan Anda. 

Jika Anda rugi, jangan frustasi tapi lakukanlah evaluasi dan cobalah cari tahu mengapa itu terjadi. Ambil pengalaman itu sebagai aset untuk langkah selanjutnya, yang akan lebih baik karena Anda tahu lebih banyak sekarang daripada yang Anda tahu sebelumnya. Crypto trader sukses tentu memulai sebagai amatir, dan pernah mengalami kerugian. Namun mereka selalu belajar dan evaluasi kesalahan, sehingga bisa menjadi trader yang sukses dan meraup keuntungan. 

Baca juga: Cara Main Trading Kurang dari 10 Menit

7. Kontrol Diri

Seorang pedagang crypto harus memahami emosi mereka sendiri, terutama ketakutan dan keserakahan. Kontrol emosional adalah apa yang memisahkan pedagang cryptocurrency sukses dari orang lain. Ketakutan dan keserakahan adalah kekuatan emosional yang kuat yang dapat mengaburkan penilaian seseorang, menyebabkan mereka membuat keputusan yang salah. Crypto trader yang sukses belajar bagaimana mengendalikan emosi mereka dan tetap berpegang pada strategi yang telah dibuat. 


Tujuh hal tersebut dapat menjadi perhatian Anda jika ingin menjadi crypto trader yang sukses. Tapi penting untuk diingat, bahwa meskipun Anda memiliki ilmu dan pengalaman yang baik dalam trading kerugian puin tetap bisa terjadi. Hal ini dikarenakan harga crypto yang fluktuatif dan sulit diprediksi. Tetap pastikan dalam melakukan trading Anda memahami segala risiko yang ada di baliknya. 

Baca juga: Daftar Platform Trading Bitcoin Legal di Indonesia

Poin Penting
  • Apa itu crypto trader?

    Crypto trader atau pedagang aset kripto adalah seseorang yang melakukan jual beli aset kripto untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan pasar cryptocurrency.

  • Apa tujuan dari crypto trader?

    Tujuan dari crypto trader adalah beli saat murah dan jual saat mahal.

  • Hal apa saja yang harus diperhatikan agar menjadi crypto trader sukses?

    Hubungan antara risiko dan reward, analisis teknis, kontrol diri, dan sebagainya.

  • Apa itu moving average?

    Moving average adalah indikator analisis teknis yang digunakan untuk "memuluskan" aksi harga pada grafik cryptocurrency dengan memisahkan fluktuasi harga acak dari tren keseluruhan.

  • Apa kegunaan dari analisis teknis?

    Analisis teknis membantu investor menemukan level support dan resistance utama. Informasi ini digunakan untuk menentukan waktu terbaik untuk masuk atau keluar dari trading.

  • Apa yang biasanya dilakukan crypto trader sukses?

    Mereka akan membagi modal ke beberapa bagian, sehingga mereka bisa melakukan trading berkali-kali sesuai dengan pembagian modal yang mereka miliki.

  • Apa yang dimaksud kontrol diri dalam trading?

    Ini adalah kemampuan dimana trader bisa mengendalikan emosinya saat trading, sehingga bisa berpikir rasional dalam mengambil keputusan untuk jual beli.

  • Berapa keuntungan yang dihasilkan crypto trader?

    Tidak menentu karena harga aset crypto yang fluktuatif.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih