Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ingin Investasi Dogecoin? Yuk Simak Beberapa Poin Ini

Naufal Muhammad     Monday, February 8 2021

Akhir-akhir ini Dogecoin (DOGE) telah menjadi salah satu pusat perhatian di pasar keuangan global.

Banyak investor awam yang terjun ke crypto ini akibat tergiring potensi keuntungan.

Namun, jika baru mengetahui tentang DOGE, ada baiknya beberapa poin ini diperhatikan untuk bahan pertimbangan investasi jangka panjang.

Dalam artikel ini terdapat empat poin utama yang akan dibahas yaitu jumlah persediaan, kapitalisasi pasar, volatilitas, dan juga fenomena.

Jumlah Persediaan

Salah satu aspek fundamental yang perlu diperhatikan dari Dogecoin adalah jumlah persediaannya.

Berbeda dengan Bitcoin, DOGE memiliki jumlah persediaan yang tidak terbatas.

Aspek ini penting untuk dipertimbangkan mengingat dengan jumlahnya yang tidak terbatas, dalam jangka panjang nilai mata uang ini akan terus tergerus.

Baca juga: Prospek dan Masa Depan Dogecoin! Inflasi Setiap Tahun

Sama seperti uang fiat, DOGE memiliki potensi untuk terus tertekan oleh inflasi dan peningkatan dalam minat.

Oleh karena itu, DOGE memiliki potensi depresiasi seperti yang terjadi pada Dolar Amerika dan beberapa mata uang fiat saat ini.

Kemungkinan besar, dalam jangka panjang, semakin banyak jumlahnya yang beredar akibat penerbitan baru kemungkinan juga semakin tertekan nilainya akibat hukum permintaan dan penawaran.

Jadi, secara jangka panjang kemungkinan besar akan terjadi penurunan dalam investasi yang dilakukan.

Tetapi kemungkinan besar efek tersebut tidak akan terjadi dalam jangka pendek.

Kapitalisasi Pasar DOGE

Dalam jangka pendek, kemungkinan besar dengan naiknya permintaan yang terus terjadi, nilai atau harganya justru akan bertambah.

Hal ini disebabkan saat ini persediaannya masih relatif sedikit dan ketertarikan baru saja tumbuh.

Baca juga: Gara-gara Video TikTok Viral, Dogecoin Naik 20%!

Hasilnya mengingat kapitalisasi DOGE yang masih kecil, permintaan akan terus mendorongnya naik.

Kapitalisasi yang masih relatif kecil ini dapat berujung pada dua hal yaitu hal positif dan juga negatif.

Sisi positifnya, jika investasi dilakukan saat ini, ada kemungkinan keuntungan yang diraih akan besar.

Hal ini disebabkan potensi apresiasi dari kapitalisasi pasar akan mendorong nilai investasi saat ini.

Sehingga jika investasi dilakukan saat ini, investor dapat menjadi golongan investor awal yang umumnya mendapatkan keuntungan terbesar.

Potensi ini masih terlihat terbukti akibat menurut data dari CoinMarketCap, DOGE baru saja naik drastis ke dalam 10 besar kapitalisasi pasar mata uang crypto di Februari 2021.

Tapi sisi negatifnya, kapitalisasi pasar yang kecil saat ini membuat DOGE memiliki dua risiko utama.

Risiko pertama adalah potensi apresiasi yang belum tentu berlanjut dan kemungkinan turun.

Risiko kedua adalah pergerakannya yang hingga saat ini masih memiliki volatilitas yang tinggi.

Volatilitas Tinggi

Aspek ini adalah salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam memulai investasi dengan DOGE.

Menurut data dari CoinCheckUp, volatilitas DOGE dalam 30 hari terakhir sudah mencapai 283,61% dan sudah mencapai 115,26% dalam tujuh hari terakhir.

Perlu diingat bahwa semakin tinggi angka volatilitasnya maka semakin berisiko juga suatu mata uang crypto.

Volatilitas tinggi ini memiliki dua sisi yaitu sisi positif dan juga sisi negatif. Sisi positifnya adalah volatilitas menguntungkan untuk trader.

Baca juga: Dijadikan Lelucon, WallStreetBets Jadi Peringkat Satu di CoinMarketCap

Hal ini disebabkan pasar derivatif yang menyediakan posisi short atau jual untuk keuntungan jangka pendek.

Sehingga trader dapat membeli dan menjual walau tidak memiliki DOGE untuk keuntungan jangka pendek.

Sisi negatifnya adalah, DOGE menjadi sangat rentan akibat volatilitas ini dan membuat investasi jangka panjang memiliki risiko tinggi.

Selain itu, kekhawatiran utama yang datang bersama volatilitas ini adalah mudahnya Dogecoin terdampak oleh beberapa sentimen dan fenomena, yang juga mendorong apresiasinya saat ini.

Fenomena Pendorong

Billy Markus dan Jackson Palmer, meluncurkan Dogecoin pada Tahun 2013 sebagai lelucon akibat anggapan bahwa pasar crypto telah bergerak secara terlalu serius.

Namun saat ini DOGE mulai diterima secara besar terutama dengan banyaknya pemanfaatan DOGE untuk donasi.

Tetapi, apresiasi saat ini membuat DOGE sangat rentan akibat keterikatannya dengan fenomena atau hype di sekitarnya.

Saat ini, DOGE naik akibat beberapa hal, namun penyebab utama nampaknya datang dari fenomena short squeeze yang berawal dari saham GameStop.

Baca juga: Dogecoin Naik 90% Bersama Drama Saham GME

Selain itu, dorongan dari Twitter Elon Musk juga menjadi penyebab mengapa apresiasi di akhir Januari hingga Februari 2021 terjadi secara cepat.

Baca juga: Elon Musk Bersabda, DOGE Terbang 50% Lebih Tinggi

Namun dua hal tersebut membuktikan betapa rentannya DOGE akibat harus didorong oleh sebuah fenomena atau sentimen untuk naik.

Sebagai perbandingan, sejak 2013, DOGE belum pernah mengalami apresiasi sebesar saat ini.

Sehingga jika melihat jangka panjang, perlu diingat, apakah akan terus ada fenomena yang mendorong DOGE naik.

Oleh karena itu, jika tujuannya adalah untuk investasi jangka panjang, beberapa hal ini perlu dijadikan pertimbangan.

Jika ingin ikut serta dalam fenomena DOGE, disarankan untuk menggunakan “uang dingin” sehingga manajemen risiko dan kondisi psikologis tetap terjaga dengan baik.

Empat poin ini hanya beberapa dari keseluruhan pertimbangan yang perlu dilakukan sebelum investasi DOGE.

Pandangan ini juga merupakan campuran dari beberapa analisis dan hanya bertujuan untuk membantu pertimbangan investasi. Keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh investor sehingga perlu banyak pertimbangan.