Belajar Blockchain

Facebook Kerja Sama Dengan Blockchain?

single-image

Cheddar melaporkan bahwa perusahaan Facebook secara diam-diam mempekerjakan tim di belakang Chainspace, sebuah startup blockchain yang berbasis di London untuk proyek blockchainnya.

Hard Fork menjangkau Facebook untuk mencari tahu mengenai rencana blockchainnya. “Seperti kebanyakan perusahaan lainnya, Facebook menjajaki cara untuk memanfaatkan kekuatan teknologi blockchain. Tim baru ini menjajaki berbagai aplikasi yang berbeda. Kami masih belum bisa membagikan apa-apa,” terang seorang juru bicara.

Apa yang kita ketahui mengenai kesepakatan

Pernyataan tersebut tidak banyak mengungkapkan pekerjaan Facebook yang terkait dengan blockchain tapi kita dapat memastikan apa yang kita tahu tentang kesepakatan ini dan mereka mungkin memberitahu kami tentang rencana masa depannya.

Chainspace dipersiapkan oleh para peneliti dari University College London – seorang anggota dari program ‘University Blockchain Research Initiative’ yang didirikan oleh Ripple untuk mendukung penelitian, pengembangan teknikal, dan inovasi dalam blockchain, cryptocurrency, dan pembayaran digital.

Ini adalah sebuah dokumen yang dipublikasikan pada tahun 2017, catatn Chainspace “adalah platform pendistribusian database untuk  integritas yang lebih tinggi dan proses transaksi transparan dalam sistem desentralisasi.” Tim tersebut mencari tahu bagaimana teknologi desentralisasi seperti blockchain dapat diterapkan ke dalam banyak hal seperti pembayaran, polling, dan smart meter.

Baca juga: Pemerintah Seoul Luncurkan “Tim Pemerintahan Blockchain”

Didukung oleh para investor termasuk KR1, startup tersebut ditemukan oleh Dave Hrycyszyn, George Danezis, Ramsey Khoury, Alberto Sonnino, Shehar Bano, dan Mustafa Al-Bassam sebelumnya peretas black hat, anggota dari LulzSec, dan ditangkap karena penyalahgunaan komputer pada 2011 di usia 16 tahun.

Tidak diketahui berapa banyak pekerja Chainspace yang telah bergabung dengan Facebook yang tidak memperoleh teknologi startup.

.Hard Fork memeriksa profil LinkedIn co-founder Chainspace dan menemukan bahwa Al-Bassam telah memperbaharui semua ini untuk mencerminkan peranan baru mereka di Facebook.

Apa arti kesepakatan tersebut untuk blockchain

Dalam mode perusahaan teknologi yang sebenarnya, Facebook telah masih bungkam mereka tentang rencana mereka yang terkait dengan blockchain.

Facebook meluncurkan tim blockchainnya dipimpin oleh David Marcus, mantan wakil presiden aplikasi Messenger Facebook, dan presiden PayPal sebelumnya pada Mei tahun lalu.

Beberapa bulan kemudian di bulan Desember, iklan pekerjaan online menunjukan mereka mencari lima anggota untuk bergabung dengan usaha blockchainnya di Menio Park (California).

Laporan tahun lalu menyatakan bahwa perusahaan milik Mark Zuckerberg sedang membuat cryptocurrencynya sendiri. Bloomberg mengatakan bahwa cryptocurrencynya akan berbentuk seperti stablecoin (didukung oleh fiat money) di Whatsapp.

Perekrutan Facebook masih berjalan. Facebook menambahkan akademik, engineer, manajer produk dengan keahlian blockchain dan cryptocurrency untuk tenaga kerjanya, tetapi hal ini masih belum bisa membuat pengumuman yang relevan.

Jumlah uang yang dimiliki oleh perusahaan berkantong tebal untuk sebuah blockchain masih dapat ditebak oleh siapapun, tapi dengan pendapatannya yang meningkat (pendapatan kuarter keempatnya tahun lalu menunjukan pendapatan tahunannya mencapai $55.8 triliun – peningkatan tajam dari $40.6 tahun lalu), seperti setiap kesepakatan apapun akan cukup besar.

Tetapi kita masih bertanya-tanya mengenai bagaimana dan kenapa Facebook akan menggunakan teknologi blockchain. Kemungkinan kesepakatan besar akan menjadi mungkin.

Sumber

You may also like