Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

5 Candlestick Patterns yang Paling Kuat

Dhila Rizqia     Thursday, February 20 2020

Chart candlestick merupakan alat teknis yang digunakan dalam trading di mana terdapat data harga suatu aset dari rentang waktu tertentu dalam satu batang.

Maka dari itu, chart candlestick menjadi lebih berguna dibandingkan chart garis atau batang biasa.

Candlestick charts akan membentuk candlestick patterns atau pola candlestick yang bisa memprediksikan arah harga ketika pola nya sudah terbentuk sempurna.

Steve Nison memperkenalkan pola-pola candlestick ke dunia Barat dalam bukunya yang populer tahun 1991 dengan judul “Japanese Candlestick Charting Techniques.” Pewarnaan chart candlestick juga mempermudah dalam membacanya.

Biasanya chart candlestick berwarna merah dan hijau atau hitam dan putih. White candlestick atau candlestick berwarna hijau menunjukkan harganya naik dalam satu interval tersebut. Sebaliknya, berwarna merah atau hitam jika harganya menurun dalam satu interval waktu tersebut.

Reliabilitas Candlestick Patterns

Tidak semua pola candlestick atau candlestick patterns dapat memprediksi harga dengan baik. Terlebih lagi sejak pemain-pemain besar yang menggunakan algoritma untuk trading dengan cepat sehingga reliabilitas pola candlestick pun menurun.

Para pemain well-funded ini mengandalkan eksekusi kilat untuk trading melawan investor ritel dan manajer dana tradisional yang masih menggunakan strategi analisis teknikal.

Dengan kata lain, manajer hedge fund menggunakan beragam software untuk menjebak peserta yang mencari hasil bullish atau bearish peluang tinggi. Namun, pola yang andal terus muncul, memungkinkan peluang keuntungan jangka pendek dan jangka panjang.

Baca juga : Cara membaca candlestick untuk pemula

Berikut adalah lima pola candlestick yang bekerja sangat baik sebagai penentu arah dan momentum harga.

Masing-masing bekerja dengan memperhatikan batang harga disekitarnya dalam memprediksi harga yang lebih tinggi atau lebih rendah. Mereka juga sensitif terhadap waktu dalam dua cara:

  • mereka hanya bekerja dalam batasan grafik yang sedang ditinjau, apakah intraday, harian, mingguan atau bulanan.
  • potensi mereka berkurang dengan cepat tiga hingga lima batang setelah pola selesai.

Three Line Strike

candlestick patterns THREE LINE STRIKE

Pola reversal bullish Three Line Strike terdiri dari three black bar atau 3 batang candlestick merah dalam posisi downtrend. Setiap bar nya memiliki lower low dan menutup di posisi dekat dengan intrabar low.

Batang keempat membuka di posisi yang lebih rendah tapi kemudian melakukan pembalikan dalam sebuah batang luar yang lebar dengan level penutupan di atas level high batang yang pertama. 

Menurut Bulkowski, pola pembalikan ini dapat memprediksi harga yang lebih tinggi dengan tingkat akurasi 84%.

Baca juga : 5 Strategi trading terbaik

Two Black Gapping

candlestick patterns TWO BLACK GAPPING

Bearish Continuation patterns Two Black Gapping muncul setelah puncak dari sebuah uptrend, dengan gap atau celah turun yang menghasilkan dua bar merah yang menunjukkan posisi terendah lebih rendah.

Pola ini memprediksi bahwa penurunan akan berlanjut ke posisi yang lebih rendah, mungkin memicu downtrend dengan skala yang lebih luas. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat akurasi 68%.

Three Black Crows

candlestick patterns THREE BLACK CROWS

Pola reversal bearish Three Black Crows dimulai mendekati atau pada saat level tertinggi di sebuah uptrend, dengan 3 bar berwarna merah yang memiliki lower low yang mendekati level low intrabar nya.

Pola ini memprediksi bahwa harga akan bergerak turun ke level yang lebih rendah, dan mungkin bisa memicu downtrend dengan skala lebi hbesar. 

Versi paling bearish dimulai pada ketinggian baru karena menjebak pembeli memasuki momentum permainan.

Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat akurasi 78%.

Baca juga : Cara belajar trading dalam 5 langkah

Evening Star

EVENING STAR

Pola reversal bearish Evening Star dimulai dengan batang hijau tinggi yang membawa sebuah uptrend ke level yang lebih tinggi.

Market bergerak lebih tinggi pada bar berikutnya, tetapi pembeli baru gagal muncul, menghasilkan candlestick kisaran sempit. Sebuah celah di bar ketiga melengkapi pola.

Pola ini yang memprediksi bahwa penurunan akan terus ke posisi terendah yang lebih rendah, mungkin memicu tren turun skala yang lebih luas.

Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat akurasi 72%.

Abandoned Baby

candlestick patterns ABANDONED BABY

Pola reversal bullish Abandoned Baby muncul pada level low sebuah downtrend, setelah muncul beberapa batang candlestick warna merah.

Market kemudian bergerak lebih rendah di bar berikutnya, namun tidak ada pembeli baru yang muncul sehingga membentuk doji dengan range sempit dengan level opening dan closing di harga yang sama. 

Celah bullish pada batang ketiga melengkapi pola ini, yang memprediksi bahwa pemulihan akan terus berlanjut ke level yang lebih tinggi dan mungkin memicu uptrend dengan skala yang lebih luas.

Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih tinggi dengan tingkat akurasi 70%.

Baca juga : Cara margin trading mudah untuk pemula


Ada berbagai candlestick pattern yang digunakan untuk menentukan arah dan momentum harga, termasuk 5 pola yang sudah disebutkan di atas.

Namun, perlu dicatat bahwa banyak sinyal yang dipancarkan oleh pola-pola candlestick ini mungkin tidak berfungsi dengan baik di lingkungan elektronik modern.

Jadi, jangan hanya bergantung pada pola-pola ini saja, manfaatkan indikator technical analysis untuk melihat indikasi dan konfirmasi price actions.

Baca juga : Apa itu indikator dalam trading ?

Poin Penting
  • 👨‍💼 Siapa itu Steve Nison ?

    Steve Nison adalah orang yang memperkenalkan candlestick patterns ke dunia Barat dalam bukunya yang populer tahun 1991

  • 📔 Apa itu candlestick patterns ?

    pola-pola yang terbentuk pada chart candlestick yang bisa memprediksikan arah harga ketika pola nya sudah terbentuk sempurna.

  • 📖 Apa saja pola-pola candlestick yang terkuat ?

    Three Line Strike, Evening Star, Two Black Gapping, Three Black Crows, Abandoned baby.

  • ❓ Apa itu continuation patterns ?

    Yaitu pola yang mengonfirmasi bahwa suatu tren akan terus berlanjut.

  • 💯 Seberapa akurat pola Three Black Crows ?

    Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat akurasi 78%.

  • 🌟 Bagaimana pola Evening Star ?

    Evening Star dimulai dengan batang hijau tinggi yang membawa sebuah uptrend ke level yang lebih tinggi. Market bergerak lebih tinggi pada bar berikutnya menghasilkan candlestick kisaran sempit.

  • 📊 Bisakah trading hanya dengan melihat candlestick patterns ?

    jangan hanya bergantung pada pola-pola ini saja, manfaatkan indikator technical analysis untuk melihat indikasi dan konfirmasi price actions.

  • 💯 Seberapa akurat pola Three Line Strike ?

    Menurut Bulkowski, reversal pattern Three Line Strike ini dapat memprediksi harga yang lebih tinggi dengan tingkat akurasi 84%.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih