Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bebas Finansial Sebelum Usia 30. Begini Caranya!

Wafa Hasnaghina     Monday, August 17 2020

Untuk meraih kebebasan finansial sebelum usia 30, yang harus dilakukan adalah paham mengenai tata kelola keuangan. Setelah itu, kamu akan tahu bahwa untuk mencapai kebebasan finansial tidak cukup hanya dengan menabung. Melainkan juga harus mulai berinvestasi sedini mungkin.

Kebebasan finansial di sini bukan berarti tidak bekerja dan tidak berusaha sama sekali. Namun, lebih kepada memiliki tabungan, investasi, uang tunai yang cukup untuk membeli kebutuhan hidup dan memenuhi gaya hidup yang diinginkan di usia tersebut. 

Kebebasan finansial ini juga sebenarnya tidak dapat disamaratakan pada setiap individu. Alasannya sederhana, karena kata “bebas” atau “cukup” dalam setiap perspektif orang itu berbeda. Maka dari itu, di dalam artikel ini akan membahas secara general apa yang biasa dilakukan untuk mencapai kebebasan finansial sebelum 30 tahun. 

Mengerti Finansial

Cara pertama untuk mencapai kebebasan finansial adalah dengan cara belajar konsep dasar dari finansial tersebut. Orang-orang yang mencapai kebebasan finansial sebelum 30 tahun ini biasanya paham berbagai cara untuk mengelola dana keuangannya, mendapatkan passive income atau pendapatan pasif dari berbagai instrumen, dan sebagainya.

Seperti yang dikatakan Warren Buffett,

“Risk comes from not knowing what you are doing.”

Risiko datang ketika kamu tidak mengerti dan memahami apa yang sedang kamu lakukan. Jadi ada baiknya, pelajari dulu cara, manfaat yang diberikan, sekaligus risiko dalam sebuah pengelolaan aset finansial. 

Jika kamu sudah mengerti paling tidak dasar dari pengelolaan aset finansial, bukan tidak mungkin kamu akan mengetahui cara terbaik dalam mengelola aset yang kamu miliki.

Misalnya saja, Wicky Zeroski yang merupakan trader dari Indonesia. Dalam wawancara beberapa saat lalu dengan Coinvestasi, ia mengatakan,

“Menjadi trader memberikan kebebasan waktu, kebebasan finansial di mana saya bisa mendapatkan penghasilan meski keadaan tidak memungkinkan, passive income jalan terus. Tentunya dengan menjadi trader saya bisa mendapatkan uang, makan enak, dan memenuhi kebutuhan hidup.”

Baca juga: Mendapatkan Penghasilan dari Aset Digital

Jelas hal tersebut selaras dengan pengetahuannya pada sisi finansial dan cara mengelola asetnya dari berbagai instrumen. Artinya, kebebasan finansial hanya bisa didapat oleh mereka yang memiliki pengetahuan. Oleh karena itu, jangan pernah malas untuk selalu belajar hal baru dan menggunakan kesempatan apa pun untuk mencapai yang kamu inginkan.

Uang Sebagai Alat Tukar Bukan Aset 

Berkaca pada investor besar, mereka selalu mengingatkan kepada orang lain bahwa uang bukanlah aset melainkan hanya sebagai alat tukar. Ini yang biasanya membuat mereka berbeda dari yang lain, karena konsep yang mereka miliki adalah membangun kejayaan dan bukan hanya sekedar menjadi “orang kaya”.

Dengan memahami konsep finansial dan keuangan, kita akan tersadar bahwa konsep uang sebagai alat tukar itu sangat relevan. Hal ini mengingat, nilai uang bisa saja berubah sewaktu-waktu. Bisa saja karena adanya inflasi, resesi, atau bahkan sekedar desain uang tersebut sudah tidak lagi digunakan. 

Kata-kata Warren Buffett yang terkenal

“Price is what you pay. Value is what you get.”

akan mengingatkan bahwa nilai dari sebuah aset itu akan lebih berharga dibandingkan dengan harga yang dikeluarkan. 

Lalu, sudahkah kamu menetapkan nilai yang ingin kamu miliki?

Lakukan Investasi Sekarang!

Ketika kamu sudah mulai mempelajari finansial dan siap mengelola aset yang kamu miliki, biasanya kamu akan diarahkan untuk mulai berinvestasi. Ya, investasi biasanya dipilih untuk tidak hanya mengelola aset dan keuangan, tetapi juga mendapatkan keuntungan berupa passive income dari aset tersebut. “Pendapatan masuk walaupun sedang tidur”, itu yang biasanya diinginkan oleh banyak orang. 

Belakangan ini, banyak sekali program yang mengkampanyekan mengenai penting dan menguntungkannya investasi ini. Kampanye ini juga tidak terbatas untuk golongan ekonomi menengah ke atas, tetapi juga golongan ekonomi menengah ke bawah. Maka dari itu, banyak sekali pegiat baik itu dari pemerintahan maupun kalangan investor, mengkampanyekan investasi dengan modal rendah. 

Misalnya saja, dengan menjadi investor reksadana. Dengan modal mulai Rp100.000 per bulan, kamu sudah bisa menginvestasikan uang mu dengan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan.

Selain Reksadana, ada juga investasi lain yang menawarkan manfaat lain. Contohnya yang sekarang sedang diminati di kalangan anak muda milenial dan generasi Z adalah dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) dan Obligasi dari pemerintah. Banyak anak muda menggandrungi investasi jenis ini, karena investasi ini terbilang cukup aman karena dijamin oleh pemerintah.

Kemudian, ada lagi aset yang belakangan ini menjadi topik pembicaraan di kalangan investor muda. Aset tersebut tidak lain adalah aset digital berupa mata uang crypto.

Beli Bitcoin!

Bitcoin, aset digital yang hadir pada tahun 2009 lalu ini, selalu menjadi topik pembicaraan karena umurnya yang begitu muda untuk dijadikan sebagai aset. Bagaimana tidak? Bitcoin yang semula hanya bernilai Rp700 berubah menjadi aset digital dengan nilai tinggi hanya dalam waktu kurang dari 10 tahun. Ini dibuktikan dengan pergerakan nilainya yang melonjak drastis ke Rp270 juta pada tahun 2017. Kemudian bertahan dikisaran Rp176 juta pada Agustus 2020.

Membeli Bitcoin bisa dilakukan di berbagai platform bursa salah satunya adalah dengan menggunakan Remitano. Bursa yang menyediakan layanan jual beli Bitcoin dengan sistem peer to peer di mana kamu bisa menemukan harga Bitcoin yang bervariasi diberbagai akun penjual yang memasang  iklan untuk menjual Bitcoin atau aset kripto yang mereka miliki. Menggunakan platform peer to peer seperti Remitano ini bisa membantumu untuk mendapatkan harga Bitcoin yang lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.

Ayo Jual-Beli Bitcoin di Remitano sekarang 💰

Bayangkan saja jika pada saat Bitcoin pertama kali muncul kamu memiliki paling tidak 1 BTC dan disimpan hingga saat ini kamu sudah bisa mendapatkan satu buah mobil. Alasan Bitcoin bisa melonjak dengan drastis seperti ini selain karena pasokannya yang terbatas, tetapi juga dengan permintaan terkait dengan Bitcoin yang semakin tinggi tiap tahunnya serta faktor dari luar Bitcoin, seperti pencetakan uang besar-besaran dari Federal Reserve di Amerika.

Terkait hal tersebut, faktanya memang Bitcoin hanya dibuat dan dirilis sebanyak 21 juta BTC di dalam jaringan blockchainnya dan akan “habis” dalam peredaran bebas. Dengan mengacu pada hukum supplydemand, para analis dunia percaya Bitcoin diprediksi akan mencapai nilai fantastis suatu saat nanti. 

Baca juga: Stock-to-Flow: Satu Tahun Setelah Halving Bitcoin Diprediksi Berharga $23.000

Tidak itu saja, sebenarnya Bitcoin juga bisa didapatkan dengan cara mining atau juga diperdagangkan pada platform-platform pertukaran dan perdagangan mata uang crypto. Bitcoin ini juga sudah masuk ke dalam aset crypto yang diregulasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). 

Terlebih, kamu juga bisa mendapatkan aset crypto ini di bursa pertukaran mata uang crypto yang sudah terdaftar di bawah regulasi BAPPEBTI ini dengan ISO 27001 atau ISO Sistem Manajemen Keamanan Informasi. 


Itu dia, beberapa cara mencapai kebebasan finansial sebelum 30 tahun dari Coinvestasi! Cara-cara di atas dapat digunakan sebagai pilihan dalam langkahmu mencapai kebebasan finansial.

Tidak lupa, di dalam semua instrumen investasi selalu ada keuntungan dan juga risiko yang menyertai. Tetap rencanakan anggaran dana, dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. Semangat!

Artikel Terkait

 Lihat Lebih