Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Dua Mesin ASIC Mining Bitcoin yang Tetap Profit di Tengah Bear Market

Felita Setiawan     Thursday, December 13 2018

Dua mesin ASIC mining bitcoin yang tetap profit di tengah bear market. Di tengah jatuhnya market kripto, bahkan mesin mining versi terbaru sekalipun mengalami kesulitan untuk menghasilkan profit bagi para miner, menurut data real-time yang dipublikasikan oleh situs data profit mining ASICMinerValue.com (AMV) pada 11 Desember lalu.

AMV adalah situs yang menghitung tingkat keuntungan miner yang menggunakan “ASIC” secara real-time. ASICs (Application-Specific Integrated Circuit) adalah sebuah microchip yang didesain untuk penggunaan khusus, seperti protokol transmisi jenis tertentu atau sebuah komputer genggam. Mikrochip ini dapat dibuat khusus untuk penggunaan spesifik dan secara umum memberikan hasil yang lebih efisien dalam proses mining beberapa jenis cryptocurrency dibandingkan dengan mesin prosesor atau GPUs. Data ini diupdate setiap menit, dan situs menampilkan hasil profit untuk miner-miner spesifik berdasarkan biaya power, kesulitan network, reward blok, dan juga harga aset kripto yang bersangkutan.

Baca Juga: 5 Aplikasi Mining Terbaik untuk Android

Dari artikel ini ditulis, situs AMV mengindikasikan bahwa di antara mesin ASIC mining yang menambang koin berdasarkan fungsi hash SHA-256 – seperti Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH) – hanya dua mesin mining Bitcoin yang masih mampu menghasilkan profit. Kedua model dirilis pada Oktober 2018, dan memperlihatkan US$0.58 dan US$0.21 profit per harinya.

mesin mining bitcoin

Mesin yang sampai sekarang masih memberikan tingkat keuntungan yang paling tinggi adalah Ebit 11++ yang dirilis oleh manufaktur hardware mining asal Cina Ebang Communication. Mesin ini dihargai senilai US$2,024 sekarang ini.

Seperti yang dilaporkan minggu ini, perusahaan manufaktur mining raksasa Bitmain mengumumkan bahwa mereka akan menutup pusat pengembangan mereka di Israel dan mem-PHK pegawai lokal, di mana berita ini menjadi salah satu goncangan bagi market kripto global.

Oktober ini, bahkan setelah jatuhnya market, sebuah laporan dari media kripto Diar mengindikasikan bahwa dunia mining Bitcoin/kripto secara perlahan menjadi menguntungkan hanya bagi pemain besar saja yang memiliki dompet cukup tebal untuk mensubsidi biaya listrik yang semakin membesar.

Dari laporan Cointelegraph November 2018 menganalisa dampak market kripto yang sedang bearish ini terhadap dunia mining, termasuk di dalamnya dampak terhadap penjualan global Graphics Processing Units (GPU). Laporan ini dapat Anda baca di sini.

Sumber: Cointelegraph