Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Apa yang Bisa Dilakukan Blockchain?

Aulia Medina     Monday, October 15 2018

Institusi-institusi keuangan telah mendanai berbagai industri yang tidak terhitung jumlahnya dalam 30 tahun terakhir; mereka berpikir apa yang bisa dilakukan teknologi revolusioner pada sistem yang telah berjalan lama ini.

Untuk melawan perubahan, banyak bank yang telah bertindak proaktif dengan membentuk litbang, pusat pengujian dan mendirikan kemitraan dengan pengembang blockchain untuk mengerti potensi teknologi ini.

Institusi keuangan menjadi yang pertama mendalaminya, namun akademisi, pemerintah, dan perusahaan konsultan juga telah mempelajari teknologi ini.

Semua upaya ini belum ditambah dengan apa yang dilakukan oleh pengusaha dan pengembang, entah mencari cara lain menggunakan blockchain bitcoin atau ethereum, atau membuat blockchain baru.

Manfaat Blockchain

Pengembangan blockchain selama tiga tahun belakangan didukung dengan manfaat dan aktivitas yang bisa dilakukan oleh jaringan tersebut. Mari simak kegunaan dan maanfaat blockchain di bawah ini!

Membentuk Identitas Digital

Komponen identitas dari teknologi blockchain terpenuhi melalui penggunaan kunci (key) cryptographic. Menggabungkan public key dan private key akan membentuk referensi identitas digital yang kuat berdasarkan kepemilikan.

Public key adalah bagaimana anda diidentifikasi dalam publik (seperti alamat email), sementara private key adalah bagaimana Anda menyetujui dalam interasi digital. Cryptography adalah kekuatan penting di balik revolusi blockchain.

public key private key digital signature

Bertindak sebagai Sistem Catatan

Blockchain adalah inovasi dalam pendaftaran dan distribusi informasi. Misalnya merekam data statis (pendaftaran) atau data dinamik (transaksi), membuatnya menjadi evolusi dalam sistem catatan.

Dalam hal pendaftaran, data bisa disimpan dalam blockchain dengan kombinasi tiga cara:

  • Data tidak terenkripsi – bisa dibaca oleh tiap blockchain dan sangat transparan
  • Data terenkripsi – bisa dibaca oleh blockchain dengan kunci dekripsi. Kunci tersebut menyediakan akses pada data dalam blockchain dan bisa mengetahui siapa yang menambahkan data
  • Data hash – bisa dipresentasikan dekat dengan fungsi yang membuatnya untuk menunjukkan data tidak dirusak.

Secara umum, hash blockchain dilakukan dalam kombinasi dengan data original yang disimpan di luar chain. Misalnya, digital sidik jari yang seringkali berupa hash dalam blockchain sementara bagian utama dari informasinya (jari) disimpan secara offline.

Sistem catatan bersama seperti itu bisa mengubah cara organisasi yang berbeda bekerja sama.

Saat ini, dengan data disimpan dalam server privat, terdapat biaya yang sangat besar bagi transaksi yang melibatkan proses, prosedur, dan pemeriksaan silang rekaman.

Membuktikan Kekekalan

Fitur dari database blockchain memiliki sejarah sendiri. Karena ini, mereka dikenal dengan sebutan kekal (immutable). Dengan kata lain, sangat sulit sekali mengubah entry dalam database karena membutuhkan perubahan semua data yang datang sesudahnya, pada tiap node. Dalah hal ini, blockchain lebih berupa sistem pencatatan daripada database.

Berfungsi sebagai Platform

Cryptocurrency adalah platform pertama yang dikembangkan menggunakan teknologi blockchain. Saat ini, mereka mengubah ide dari sebuah platform market cryptocurrency menjadi sebuah platform untuk kontrak pintar.

Istilah ‘kontrak pintar’ (smart contract) bisa terbagi dalam beberapa kategori:

Terdapat kontrak pintar selayaknya mesin penjual otomatis pada 1990an dibuat oleh Nick Szabo. Ini ketika mesin bekerja setelah menerima input eksternal (cryptocurrency) atau mengirim sinyal yang memicu aktivitas blockchain.

Terdapat juga kontrak legal pintar atau kontrak Ricardian. Aplikasi ini berdasarkan ide bahwa kontrak adalah pertemuan dari berbagai pikiran, yang menghasilkan apapun yang disetujui oleh pihak-pihak terkait. Karenanya, sebuah kontrak bisa berupa gabungan dari persetujuan verbal, persetujuan tertulis, dan juga beberapa aspek bermanfaat dari blockchain seperti timestamp, token, pemeriksaan, koordinasi dokumen, atau logika bisnis.

Terdapat juga beberapa kontrak pintar ethereum. Program ini mengontrol aset blockchain, mengeksekusi interaksi yang dibuat pada blockchain ethereum. Ethereum merupakan platform untuk kode kontrak pintar.

Blockchain tidak dibuat dari teknologi baru. Ini dibuat dari orkestra unik dari tiga teknologi yang sudah ada.

3 teknologi pembentuk blockchain coinvestasi