Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Apa itu Time Frame atau Jangka Waktu dalam Grafik Trading Bitcoin

Naufal Muhammad     Wednesday, January 13 2021

Time Frame atau jangka waktu merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis grafik. Dalam trading Bitcoin dan aset keuangan lainnya, perlu diingat bahwa analisis grafik menjadi satu hal yang penting terutama untuk mendalami sisi teknikal.

Masih banyak pemula yang belum mengetahui signifikansi dan perbedaan dari penggunaan jangka waktu tersebut. Hal ini disebabkan karena masih banyak yang mengira jika satu time frame atau jangka waktu menggambarkan kondisi pasar seluruhnya. Padahal setiap time frame bisa menggambarkan kondisi dan hasil analisis yang berbeda.

Time Frame atau Jangka Waktu dalam Grafik Bitcoin

Umumnya, dalam menganalisis Bitcoin mayoritas trader menggunakan sebuah grafik yang mempermudah dalam melihat pergerakan harganya. Grafik tersebut terbagi menjadi beberapa waktu dimana terdapat grafik dalam kurun waktu, menit, jam, hari, pekan, bulan, bahkan tahun.

Ada beberapa time frame atau jangka waktu yang sering digunakan yaitu grafik 5 Menit, 15 Menit, 1 Jam, 4 Jam, 1 Hari, 1 Pekan, dan 1 Bulan. Tidak ada batasan dalam penggunaan grafik untuk menganalisis, tapi pada umumnya, jangka waktu tersebut adalah jangka waktu yang sering digunakan.

Baca juga: Belajar Trading Biar Untung dengan Snap Academy

Jangka waktu ini terlihat jelas dalam penggunaannya dengan grafik candlestick. Hal ini disebabkan dalam grafik tersebut, masing-masing candlestick mencerminkan jangka waktu grafik tersebut.

Candlesstick

Jika grafik yang digunakan adalah grafik 1 Jam, maka 1 candlestick mencerminkan 1 Jam tersebut. Umumnya 1 candlestick 1 Jam akan terbentuk dari 2 candlestick 30 Menit atau 4 candlestick 15 Menit akibat anatomi dari candlestick

Nantinya, dari candlestick 1 Jam tersebut akan tercipta banyak candlestick saat waktu sudah bergerak 1 Jam berikutnya dimana contohnya Jam 11.00 WIB dan 12.00 WIB memiliki candlesticknya sendiri. Sehingga jika waktu telah berubah 1 Jam umumnya candlestick akan bertambah yang kemudian bersandingan membentuk grafik.

Umumnya perbedaan candlestick dalam jangka waktu grafik yang berbeda, memiliki kesinambungan antar satu sama lain dan biasanya semakin tinggi jangka waktunya, semakin stabil pergerakannya.

Jangka Waktu Menentukan Tipe Trader

Jangka waktu ini sangat perlu dipahami untuk bisa menentukan strategi dan tipe trader yang dipilih. Terdapat satu klasifikasi yang ditentukan dari jangka waktu yang digunakan dalam membuka dan menutup posisi saat trading.

Terdapat empat jenis yang bisa digunakan yaitu scalpers, day traders, swing traders, dan juga position traders. Keempat jenis ini hanya berbeda dari jangka waktu atau time frame yang digunakan namun sangat menentukan keuntungan dan dana yang harus di siapkan.

Baca juga: 7 Teknik Trading Bitcoin untuk Mendapatkan Keuntungan

Scalpers sering kali menggunakan jangka waktu atau time frame per menit bahkan per detik dalam posisi tradingnya. Day traders menggunakan jangka waktu menit dan jam yang umumnya tidak akan melebihi satu hari.

Swing traders menggunakan jangka waktu harian dimana posisinya dapat disimpan sebelum dilikuidasikan dalam beberapa hari. Terakhir position traders umumnya menyimpan posisinya untuk jangka waktu pekan bahkan hingga bulan.

Umumnya semakin besar jangka waktunya, semakin besar juga keuntungan yang dimiliki. Namun perlu diingat semakin besar jangka waktunya semakin besar modal yang harus dikeluarkan, terutama jika menggunakan leverage atau margin.

Strategi Multiple Time Frame Untuk Trading Bitcoin

Dalam trading Bitcoin sendiri apa pun tipe trader, terdapat satu strategi yang mengandalkan beberapa jangka waktu dari beberapa grafik atau analisis multiple time frame. Analisis ini menggunakan beberapa grafik untuk melihat kesempatan terbaik dalam mengambil posisi.

Dalam strategi ini, umumnya trader menggunakan strategi price action atau pergerakan harga murni yang digabungkan dengan support and resistance atau penentuan batas atas dan bawah yang disesuaikan dengan tipe preferensi jangka waktunya masing-masing. Terdapat tiga time frame atau jangka waktu yang umumnya digunakan dalam strategi analisis ini.

  • Jangka Waktu Pertama (Panjang)

Umumnya jangka waktu ini adalah jangka waktu yang paling panjang, dimana sebagai contoh jika tipe trader adalah day trader, jangka waktu ini akan menggunakan jangka waktu atau time frame per satu hari.

Kegunaannya adalah untuk melihat pergerakan atau trend dari Bitcoin sebelum membuka posisi untuk mengetahui lebih jelas kemana arahnya saat ini.

  • Jangka Waktu Kedua (Menengah)

Yang kedua umumnya jangka waktu ini digunakan untuk membentuk batas atas dan bawah sebagai potensi tempat masuk ke posisi atau tempat penentuan stop loss atau pengaman dan tempat pengambilan keuntungan. Jika jangka waktu pertama menggunakan waktu per satu hari, jangka waktu atau time frame disini umumnya adalah waktu empat jam hingga satu jam.

  • Jangka Waktu Ketiga (Pendek)

Jangka waktu terakhir adalah untuk melihat konfirmasi dimana pada umumnya menggunakan time frame 15 menit hingga 5 menit. Pada grafik ini trader umumnya menentukan konfirmasi dengan melihat pola candlestick atau pola pergerakan grafik agar lebih yakin terhadap posisinya.

Baca juga: 3 Cara Aman Beli Bitcoin Saat Harganya Meroket

Strategi ini sering digunakan oleh mayoritas trader untuk memberikan analisis yang lebih dalam sebelum membuka posisi. Strategi ini juga memperjelas kegunaan memahami jangka watu atau time frame saat trading Bitcoin.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih