Apa itu Protokol Casper dan Mengapa Kita Membutuhkannya?

By Dhila Rizqia     Wednesday, January 30 2019

Sejak peluncurannya di tahun 2015, Ethereum telah mengalami pertumbuhan dan kesuksesan yang fenomenal. Namun faktanya, skalabilitas merupakan salah satu masalah besar Ethereum. Masalah lainnya adalah mekanisme konsensus Proof-of-Work. Tim Ethereum sudah lama merencanakan sebuah evolusi, sebuah pembaruan untuk jaringannya, implementasi dari algoritma konsensus Proof-of-Stake baru yang akan menjadi sumber tenaga Ethereum 2.0. Di pusat perubahan ini ada yang namanya Casper, atau lebih tepatnya Protokol Casper Ethereum.

Apa sih Casper itu?

Casper merupakan sebutan general untuk pembaruan besar Ethereum yang berikutnya, dan Casper merupakan hard-fork dari Ethereum. Tim Ethereum berharap Casper akan membantu Ethereum dalam tantangannya menghadapi adopsi besar-besaran secara global, karena protocol ini akan menyediakan kemampuan skalabilitas yang sudah dikembangkan dan melawan risiko dari sentralisasi yang seringkali dihubungkan dengan konsensus PoW.

Sama seperti Bitcoin, Ethereum saat ini menggunakan mekanisme konsensus PoW. Dengan menggunakan algoritma ini, pengguna jaringan yang dikenal dengan sebutan miners harus menyelesaikan puzzle kriptografis untuk memvalidasi transaksi. Nah begitulah cara block-block baru tercipta. Meskipun sistem ini masih populer, namun ada juga kelemahannya.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, PoW membutuhkan konsumsi listrik yang sangat besar karena di mining oleh sejumlah mining pool besar, masalah dari sentralisasi juga muncul. Ada beberapa risiko keamanan yang terlibat di sini. Contohnya, jika mining pool yang paling besar mau ikutan, maka 51% attack akan terjadi.

Mengapa Casper dibutuhkan?

Casper akan memastikan Ethereum berpindah dari PoW ke PoS. Terdapat perbedaan yang sangat besar antara kedua hal tersebut. Misalnya, miners akan digantikan oleh “validators”. Kemudian validators akan memperoleh konsensus dengan bergantian mengajukan dan voting terhadap block yang berikutnya. Seperti namanya, bobot dari votingan masing-masing validators tergantung dari ukuran stake (deposit) validator tersebut.

Awalnya, Casper akan menjalankan mekanisme konsensus hybrid, menggabungkan PoW dan PoS. hal ini akan menjamin stabilitas platform selama proses transisi. Selain itu, pemegang ETH bisa menyimpan (stake) token mereka di wallet khusus. Untuk jasa mereka terhadap jaringan Ethereum, mereka akan dihadiahkan ETH. Semakin banyak ETH yang disimpan oleh seorang validator maka semakin besar pula imbalannya.

Intinya, PoS menggunakan lebih sedikit listrik dari PoW, mengurangi sentraliasi (dengan menghilangkan sentralisasi mining), mengurangi risiko 51% attack, dan meningkatkan skalablitas keseluruhan jaringan.

Baca juga: Market Cap XRP Ditaksir Lebih Dari Miliaran

Dua Versi Casper

Casper mungkin terlihat seperti pengembangan yang komprehensif bagi Ethereum, tapi sebenarnya Casper terdiri dari dua proyek riset. Ada dua versi dari Casper yang disebut Casper the Friendly Finality Gadget (FFG) dan Casper the Friendly Ghost: Correct by Construction (CBC).

FFG akan memastikan berjalannya fungsi mekanisme hybrid dan memastikan transisi yang mulus dari PoW ke PoS. Block-block baru tetap akan dibuat melalui PoW, FFG akan ditempatkan di atasnya menggunakan sebuah smart contract.

Versi CBC dirancang untuk menyempurnakan protocol PoS yang baru dibangun sebagian sampai sistemnya bisa berfungsi dengan baik.

Adakah risiko dari Casper?

Sama dengan perubahan-perubahan besar dalam jaringan yang rumit lainnya, ada beberapa tantangan dan risiko yang berhubungan dengan pergantian dari PoW ke PoS dan kedua versi Casper. Meski sistem ini dirancang untuk menjadi lebih aman dari PoW, namun tetap ada beberapa risiko keamanan. Pertama, Casper hanya akan menampung hingga 250 validators, yang mana hal ini dapat mengancam jaringan bila sebuah serangan terjadi.

Meski staking menjanjikan desentralisasi yang sesungguhnya, hal ini juga merupakan salah satu cara terbaik untuk menciptakan apa yang disebut dengan whales.

Kesimpulan

Casper mungkin merupakan salah satu pengembangan terbesar dalam jaringan Ethereum dan kemungkinan besar akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk siap digunakan. implementasinya kemungkinan besar akan membawa Ethereum ke era penggunaan baru dan akan memperluas cakrawala jaringan ini dalam hal skalabilitas, keamanana, desentralisasi, dan efisiensi energy.

Ada banyak risiko yang terlibat bagi Ethereum dengan adanya update Casper ini, namun transisi yang berhati-hati dan perlahan, ciptaan Vitalik Buterin ini mungkin akan menjadi crypto/jaringan blockchain terpenting di masa ini.

Sumber: coindoo