Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Apa Itu Lightning Network?

Dhila Rizqia     Wednesday, November 14 2018

Digadang sebagai solusi paling potensial untuk scaling cryptocurrency yang saat ini dalam tahap pengembangan, lightning network adalah protokol pembayaran “Layer 2” yang beroperasi di atas cryptocurrency berbasis-blockchain. Ini akan memungkinkan transaksi Bitcoin cepat dan murah yang bisa diselesaikan oleh blockchain Bitcoin.

Diusulkan oleh Thaddeus Dryja dan Joseph Poon dalam white paper 2015, ide ini berdasarkan pada sebuah network yang bisa berada di atas blockchain Bitcoin, akhirnya menetap di sana.

Network tersebut terdiri dari channel yang dibuat oleh pengguna yang bisa mengirim pembayaran dalam cara yang aman dan trust less (trust less berarti Anda tidak perlu percaya (trust) atau bahkan mengetahui pihak lawan).

Misalnya, saya ingin membayar Anda untuk tiap menit video yang saya tonton. Kita akan membuka lightning channel, dan seiring waktu berjalan, pembayaran periodik akan tercipta dari wallet saya kepada wallet Anda. Ketika saya selesai menonton, kita akan menutup channel untuk menyelesaikan jumlah pembayaran terkait pada blockchain Bitcoin.

Karena transaksi hanya antara saya dan Anda dan tidak perlu memberitahu seluruh network, transaksi berjalan seketika. Dan karena tidak ada miner yang perlu memberi insentif, biaya transaksi rendah atau bahkan tidak ada.

Cara Kerja Lightning Network

Pertama, dua pihak yang ingin bertransaksi satu sama lain mempersiapkan wallet multisig (yang memerlukan lebih dari satu signature untuk memberlakukan sebuah transaksi). Wallet ini akan memegang sejumlah Bitcoin. Alamat wallet kemudian tersimpan dalam blockchain Bitcoin. Ini nantinya akan mempersiapkan channel pembayaran.

Kedua belah pihak kemudian bisa melakukan sejumlah transaksi tak terbatas tanpa pernah menyentuh informasi yang tersimpan dalam blockchain. Dalam tiap transaksi, kedua pihak menandai neraca keuangan (balance sheet) yang terbaharui untuk mengecek berapa jumlah Bitcoin yang tersimpan dalam wallet milik masing-masing.

Ketika kedua pihak selesai bertransaksi, mereka menutup channel dan saldo yang dihasilkan dimasukkan ke dalam blockchain. Jika terjadi perselisihan, kedua pihak bisa menggunakan neraca keuangan yang terakhir ditandai untuk mendapatkan kembali bagian mereka dari wallet.

Perhatikan bahwa tidak wajib mempersiapkan sebuah channel langsung untuk bertransaksi dalam lightning network. Anda bisa mengirim pembayaran pada seseorang lewat channel di mana kedua pihak terhubung. Network secara otomatis akan mencari route terpendek.

Pengembangan dari teknologi memiliki dorongan signifikan dengan penggunaan dari SegWit pada Bitcoin dan network litecoin. Tanpa perbaikan kelaikan transaksi, transaksi pada lightning network akan beresiko untuk dilakukan.

Tanpa keamanan dari blockchain di belakangnya, lightning network tidak akan aman, yang menyiratkan network ini sebagian besar digunakan untuk transaksi kecil atau mikro yang memiliki resiko rendah. Transfer dalam jumlah besar yang memerlukan keamanan desentralisasi akan lebih mungkin dilakukan pada layer original.

Baca juga : Apa Itu Distributed Ledger Technology (DLT)?

Fitur Bitcoin yang akan hadir berkat Lightning Network

Pembayaran cepat

Pembayaran dan transaksi cepat yang bisa dilakukan hampir seketika.

Tidak bergantung pada miner

Transaksi tidak perlu disetujui dan diverifikasi oleh miner agar berjalan.

Menerima pembayaran mikro

Sebelumnya, pembayaran mikro sangat tidak nyaman dilakukan pada Bitcoin blockchain. Sekarang pembayaran ini sangat mungkin dilakukan berkat lightning network.

Menerima multi-signature

Transaksi akan berjalan jika semua orang yang hadir dalam channel menyetujui.

Mengurangi load blockchain

Dengan banyak transaksi yang berjalan dalam chain, network ini mengurangi load yang harus diambil oleh chain utama.

Mengurangi waktu tunggu

Karena transaksi berjalan di luar chain dan tanpa intervensi miner, kecil kemungkinan terdapat waktu tunggu. Hal ini membantu skalabilitas karena akan meningkatkan jumlah transaksi yang terjadi tiap detik.

Teknologi Dikembangkan untuk Crypto Lain

Walaupun network ini semula didesain untuk Bitcoin, teknologi ini tengah dikembangkan untuk cryptocurrency lain, seperti litecoin, stellar, zcash, ether, dan ripple. Litecoin berencana merilis versinya pada waktu yang sama seperti Bitcoin.

Pada Desember 2017, startup di belakang tiga implementasi lightning yang paling aktif (ACINQ, Blockstream, dan Lightning Labs) mengungkapkan hasil uji coba, termasuk transaksi live, yang membuktikan bahwa software mereka kini dapat dioperasikan.

Lebih lanjut, versi 1 dari spesifikasi lightning, yang menentukan aturan dari network, telah dipublikasikan. Ini akan mendorong pengembangan dari implementasi dan aplikasi lainnya.

Namun, network belum siap diluncurkan. Developer belum merilis software yang bisa digunakan pengguna dalam bertransaksi. Aplikasi yang mendukung lightning sebagai metode pembayaran telah ada, tetapi sejauh ini tidak mudah digunakan.

Tapi ini tidak menghentikan project-project dari menguji coba transaksi lightning pada network Bitcoin. Namun developer Lightning menghentikan ini, bukan hanya karena ini seperti distraksi bagi developer, tetapi juga beresiko pada dana pengguna.

Mengingat kompleksitas dari kode, dan perlunya uji coba yang teliti (kita berbicara mengenai pembayaran), developer perlu sabar. Sebagai tambahan, Lightning tidak bisa diimplementasikan sebelum SegWit diperluas.

Sehingga walau beberapa percaya terdapat cukup dukungan SegWit untuk menjalankan network dalam mainnet saat ini, beberapa memprediksi bahwa Lightning Network dapat digunakan setidaknya satu tahun lagi.

Pada Maret 2018, startup asal California, Lightning Labs mengumumkan peluncuran versi beta dari software, menyediakan apa yang investor dan pimpinan proyek katakan adalah versi teknologi yang benar-benar diuji untuk saat ini. Namun ini masih sangat awal. Ukuran transaksi terbatas dan rilis ditujukan bagi developer dan pengguna advance.

Sumber

Poin Penting
  • 💡 Apa itu lightning network ?

    Lightning network adalah protokol pembayaran "Layer 2" yang beroperasi di atas cryptocurrency berbasis-blockchain.

  • 👦🏾 Siapa yang mengusulkan Lightning network ?

    Diusulkan oleh Thaddeus Dryja dan Joseph Poon dalam white paper 2015

  • 🔎 Apa kegunaan dari Lightning Network ?

    Lightning Network berguna bagi transaksi Bitcoin yang cepat dan murah yang bisa diselesaikan oleh blockchain Bitcoin.

  • 📁 Apakah lightning network hanya untuk Bitcoin ?

    Tidak, teknologi ini juga dikembangkan untuk crypto lainnya.

  • ⚙️ Bagaimana cara kerja Lightning Network ?

    Network tersebut terdiri dari channel yang dibuat oleh pengguna yang bisa mengirim pembayaran dalam cara yang aman dan trust less.

  • 💳 Apa itu wallet multisig ?

    Wallet multisignature yang memerlukan lebih dari satu signature untuk memberlakukan sebuah transaksi.

  • ⚡️ Mengapa transaksi Lightning Network lebih murah ?

    Karena tidak ada miner yang perlu memberi insentif, biaya transaksi rendah atau bahkan tidak ada.

  • 💸 Apakah transaksi besar bisa dilakukan di Lightning Network ?

    network ini sebagian besar digunakan untuk transaksi kecil atau mikro yang memiliki resiko rendah. Transfer dalam jumlah besar lebih mungkin dilakukan pada layer original.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih