apa-itu

Apa itu ICO – Initial Coin Offering?

By Coinvestasi     Monday, September 24 2018

ICO adalah kependekan dari Initial Coin Offering, yang merupakan pilihan alternatif dari mekanisme penggalangan dana di mana startup blockchain mengeluarkan token crypto mereka sendiri dan menjual token tersebut untuk ditukar dengan BTC atau ETH. Pengguna token dapat menggunakan token tersebut pada platform tertentu atau menjual token di exchange. Token pada dasarnya berfungsi seperti voucher di mana token dapat ditukar untuk barang atau layanan pada platform yang sudah ditentukan.

ICO adalah singkatan dari Initial Coin Offering

Menurut William Mougayar, penulis “The Business Blockchain”, token adalah sebuat unit dari nilai yang diciptakan oleh perusahaan untuk model bisnis mandiri. Token ini digunakan dalam memberdayakan penggunanya untuk berinteraksi dengan produk sembari memfasilitasi distribusinya dan membagi imbalan dan keuntungan untuk semua stakeholders.  

Pada dasarnya ICO serupa dengan Initial Public Offering (IPO) di mana investor membeli saham dari sebuah perusahaan. Perbedaan yang mendasar antara IPO dan ICO adalah pada ICO, pemegang token tidak memiliki modal pasti di dalam perusahaan, sebagai gantinya mereka memberikan kontribusi. Oleh karena itu perusahaan tidak mempunyai obligasi yang nyata kepada kontributor untuk menepati janji mereka.

Token ICO pada dasarnya menandakan kontribusi pengguna token dalam memberikan investasi ke startup. Lebih banyak uang yang diberikan maka token yang didapat juga akan lebih banyak. Dengan token tersebut pengguna token dapat membeli layanan perusahaan atau dapat menjual token tersebut.

Sejak 2013, ICO sering digunakan untuk membiayai pembuatan cryptocurrency baru. Token yang dibuat dapat dijual dan diperdagangkan di semua exchange cryptocurrency jika memang ada permintaan dari konsumen.

Legalitas

Untuk sekarang ini, legalitas dari ICO masih belum bisa didefinisikan. Idealnya, token dijual bukan sebagai aset finansial tetapi lebih sebagai produk digital. Karena hal tersebut, ICO sering disebut dengan “crowd sale”. Di sebagian besar wilayah, penggalangan dana melalui ICO belum diatur. Hal ini membuat proses ICO bersifat flexible, mudah, dan tidak perlu menggunakan perjanjian di atas kertas, melihat bahwa sudah ada beberapa pengacara sudah setuju dengan metode ICO.

Namun, beberapa wilayah masih berusaha mengatur ICO serupa dengan penjualan saham dan sekuritas pada umumnya. Jadi, meskipun sekarang ini legalitas ICO masih di daerah ‘abu-abu’, tidak menutup kemungkinan di masa depan akan diatur oleh pihak yang berwenang.

Untuk menjamin uang yang dikeluarkan untuk token digunakan dengan tepat, maka dibutuhkan yang namanya smart contract.

Apa itu ICO Smart Contract?

Smart contract adalah persetujuan antara perusahaan yang mengeluarkan ICO dan pemegang token. Untuk pengertian mengenai smart contract lebih lanjut, Coinvestor bisa baca di sini.

Baca juga artikel iniInvestasi ICO, Initial Coin Offering Akan Gantikan IPO

Apa Kelebihan dari Token ICO?

  1. Harga token sangat mudah untuk naik, yang berarti dapat menghasilkan keuntungan jika dijual atau dibeli pada waktu yang tepat. Hal ini mirip dengan bursa efek biasa
  2. Bisa mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang tertulis pada smart contract
  3. Keuntungan harian ROI dari pemegang token Ethereum adalah 206 persen!

Bagaimana cara untuk menghindari penipuan ICO?

Tentunya dalam setiap model bisnis akan ada ‘orang baik’ dan ‘orang kurang baik’, sebagai contoh adalah Condido yang merupakan perusahaan startup yang membawa kabur uang berjumlah $375,000, website mereka lenyap berikut juga dengan pemilik perusahaan tersebut. Untuk menghindari hal semacam itu, hindari hal-hal berikut ini:

    1. Memiliki tim yang anonim. Lakukan riset terlebih dahulu sebelum membeli token, cari tahu mengenai perusahaan tersebut dan tim yang terlibat.
    2. Penawaran yang terlalu menguntungkan. Jika pendapatan yang dijanjikan lebih tinggi dari rata-rata, tentunya harus ada kalkulasi yang mendasarinya, cari tahu mengenai hal tersebut sebelum membeli token tersebut.
    3. Roadmap dari perusahaan tersebut tidak jelas. Apabila suatu perusahaan sudah mantap untuk melakukan ICO, mereka akan memiliki alur yang terperinci setidaknya hingga tahun depan sejak token diluncurkan.

Apa itu Pre-Ico?

Untuk melakukan ICO, dibutuhkan biaya yang cukup banyak. Oleh karena itu, beberapa dari perusahaan yang ingin mencoba ICO membutuhkan modal untuk memulai ICO itu sendiri, hal ini yang dinamakan dengan Pre-ICO. Harga pre-sale token akan lebih murah dari harga normal, biasanya jumlah token pre-sale akan sangat terbatas. Hal ini juga dilakukan untuk membangun animo masyarakat luas.

Dapat Rahasia Mining

Klick Disini

Artikel Terkait

 Lihat Lebih