Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Apa itu ChainLink $LINK ? Panduan untuk Pemula

anisa giovanny     Tuesday, September 1 2020

ChainLink ($LINK) telah menjadi proyek menonjol dalam industri cryptocurrency sejak dibuat pada tahun 2017 oleh perusahaan yang berbasis di San Francisco, SmartContract.

Perusahaan terkenal sebagai solusi oracle terdesentralisasi itu bertindak sebagai agen penghubung antara sumber data tradisional, proyek blockchain dan  smart contract yang mendorong proyek DeFi yang menggunakan token $LINK.

Baca juga: 10 Proyek DeFi yang Perlu Diperhatikan di 2021

Dari segi kemitraan, perusahaan telah dikaitkan dengan pemerintah nasional seperti pemerintah Cina dan secara konsisten membangun kemitraan baru dengan merek-merek ternama. 

ChainLink adalah perusahaan yang harus dipahami oleh setiap penggemar crypto atau blockchain. Oleh karena itu artikel berikut ini akan memberikan penjelasan seputar Chailink yang perlu diketahui.

ChainLink menonjol karena mereka memecahkan Masalah Oracle.

Masalah oracle berasal dari masalah dari smart contract yang merupakan instruksi pengkodean yang secara otomatis akan dijalankan dalam kondisi tertentu di jaringan blockchain.  

Smart contract juga tidak dapat diubah, hemat biaya, dan dapat dijalankan sendiri, jadi secara teknis sempurna untuk mengotomatiskan transaksi yang transparan dan tidak memiliki peluang gagal.

Namun, smart contract ini memperoleh datanya dari “Oracles” (yaitu sumber data, API, dll.), dan di sinilah letak masalahnya.

Smart Contract hanya “sepintar” informasi yang diberikan oleh oracle.

Jika pengguna memberi kode berbahaya ke dalam smart contract maka ia akan tetap memprosesnya karena itu hanya kode, dan apa yang dihasilkan baik itu benar atau salah tidak dapat diprediksi. Inilah yang disebut masalah oracle.

Baca juga: Apa itu Smart Contracts?

Masalah inilah yang dipecahkan oleh ChainLink yang menemukan cara mengambil dan berbagi informasi dari Oracles tanpa membahayakan keamanan blockchain.

Chainlink menciptakan blockchain terdesentralisasi yang menjembatani antara Oracles dan smart contract.

Sistem ini dibangun di atas kumpulan node individu yang bertindak sebagai smart contract sendiri untuk mengumpulkan informasi dan sebagai hasilnya telah menciptakan infrastruktur  smart contract.

Sekarang, alih-alih harus mempercayai sumber secara sembarangan. Smart contract sekarang dapat mengakses sumber daya seperti umpan data, pembayaran rekening bank tradisional, dan API web.

Berikut ini merupakan gambar dari infrastruktur Chainlink, dilansir dari Datadriven.

ChainLink memiliki token sendiri yang dinamakan LINK.

Link merupakan kripto asli ChainLink dan disiapkan di jaringan Ethereum menggunakan token ERC677 yang fungsinya didasarkan pada standar token ERC-20.

Ia juga menawarkan fungsionalitas ‘transfer dan panggilan’.

Token $ LINK digunakan sebagai taruhan untuk sistem penawaran untuk penyediaan informasi dan untuk hadiah.

Jaringan oracle terdesentralisasi bekerja melalui sistem dua arah antara mereka yang ingin membeli data dan mereka yang mengajukan tawaran untuk menjadi penyedia data tersebut.

Baca juga: Beda Token Dan Koin Kripto Yang Sering Disalah Gunakan

Penyedia, juga dikenal sebagai “Operator Node” mempertaruhkan token $LINK ChainLink untuk mengajukan tawaran kepada pembeli data yang dituju.

Jika menang, mereka harus memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pembeli secara berantai melalui API mereka.

Pembayaran Operator Node “pemenang” ditentukan oleh jumlah operator yang menggunakan situs, dan Oracles menerapkan keputusan ini. Pembayaran dalam bentuk token $LINK. Sistem ini memiliki sejumlah manfaat.

Ketika ChainLink populer dengan Operator Node, maka nilainya meningkat.

Tidak hanya itu, tetapi Operator Node juga diberi penghargaan karena mengakumulasi token $ LINK melalui akses yang lebih mudah ke kontrak yang lebih besar, juga meningkatkan nilai $ LINK.

Token $ LINK dapat diperdagangkan di bursa. Menurut data dari Coingecko, Link termasuk mata uang kripto yang masuk 10 besar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dilansir dari boxmining, ChainLink memberi bisnis manfaat desentralisasi, kepercayaan, dan kekekalan, tanpa perlu membuat sistem yang baru.

Dari solusi yang ditawarkan Chainlink ini berhasil membuatnya mendapatkan kemitraan besar dari berbagai pihak.

Beberapa diantaranya adalah Hyperldger, Synthetix Network, Celer Network, Google, Swift hingga Jaringan Layanan Blockchain Pemerintah Cina (BSN).

Teknologi oracle dan kemampuannya memecahkan masalahyang ada di smart contract membuat ChainLink menjadi tokoh penting dalam industri blockchain dan cryptocurrency.

Adapun token $LINK, telah meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir, telah berubah dari $3,72 pada awal Mei 2020 menjadi mencapai level tertinggi baru sepanjang masa  atau All Time High lebih dari $14.

Baca juga: Chainlink (LINK) Melonjak 39,5% ke All-Time-High Baru

Seperti yang dicatat oleh laporan Forbes pada Juli 2020, token $LINK telah melonjak 1.000% hanya dalam waktu 12 bulan.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih