Airdrop Belajar Featured

Apa Itu Airdrop? Panduan untuk Cryptocurrency Gratis

single-image

Apa itu Airdrop? Jawaban mudahnya: Airdrop berupa koin-koin gratis yang tersedia. Metodenya merupakan strategi pemasaran untuk memperluas kesadaran pemakaian koin kepada pihak terkait dari investor hingga pengamat cryptocurrency. Mereka pada akhirnya pun akan menggunakan airdrop.

Koin sudah digunakan sejak Ethereum ICO versi pertama. Jika mengecek wallet pada Etherscan (ingat resiko tinggi jika membuka wallet dengan private key hanya untuk mengecek saldo), terdapat Token Tracker pada baris paling atas. Jika Token Tracker tersedia, berarti memang terdapat token dalam akun Anda. Jika tidak, maka Anda belum memiliki token atau airdrop.

Jika Anda pemegang wallet ETH, dengan saldo di dalamnya, pasti menyadari terkadang terdapat ekstra token dalam Token Tracker Anda. Hal itu bukan ketidaksengajaan, melainkan tim koin memutuskan untuk mengirim koin kepada sejumlah wallet Ethereum untuk memasarkannya.

Setelah mendapatkan token, Anda mungkin meng-Google koin tersebut. Atau bisa juga bertanya pada yang lain. Atau Anda mungkin mengabaikannya.

Tentu saja dalam skenario terakhir, airdrop gagal mendapatkan perhatian. Tetapi skenario 1 berarti Anda telah mempelajari tentang koin. Sementara skenario 2 bahkan lebih baik, Anda memberitahu orang lain tentang koin. Pada akhirnya, airdrop memiliki metode pemasarannya sendiri. Sebagai metode untuk meningkatkan value dari koin, pengguna koin akan menerima bonus koin yang dijumlahkan dalam total koin yang mereka miliki. Investor koin yang ingin mendapatkan airdrop harus membeli koin terlebih dahulu, jika belum memiliki; atau membeli lebih banyak koin.

Baca Juga: Daftar Kalender Airdrop

Belakangan ini kebijakan periklanan Facebook yang baru melarang penggunaan ICO (Initial Coin Offering). Karenanya banyak ICO yang beralih menggunakan airdrop sebagai metode alternatif untuk iklan pay-per-click. Dengan banyak ICO menjadi produk yang berorientasi kepada konsumen, mereka fokus pada satu metrik: pertumbuhan viral melalui internet dan media sosial. Istilahnya, menjadi viral dengan bantuan pengguna koin yang menyebarkan kepada lingkungan sekitarnya.

 

 

Berpartisipasi dalam Airdrop Gratis –¬†Tools yang Akan Dibutuhkan

Berikut beberapa tools yang akan dibutuhkan untuk mendapatkan airdrop:

  1. Wallet Ethereum. Harus berupa wallet personal yang kompatibel dengan ERC20 karena kebanyakan airdrop adalah token ERC20 sebagai ICO yang berbasis Ethereum. Sangat disarankan menggunakan MetaMask atau MyEtherWallet untuk memulai kali pertama. Tapi untuk jangka waktu lama, disarankan untuk menggunakan perangkat wallet seperti Ledger Nano S.
  2. Wallet Ethereum harus AKTIF, setidaknya Anda pernah menggunakannya. Tim koin akan mengecek dan memastikan wallet tersebut bukan dibuat hanya untuk mendapatkan koin lebih banyak. Ini berarti jika tidak menunjukan aktivitas, wallet tersebut tidak akan menerima airdrop. Terkadang, tim koin menyeleksi dengan jelas, termasuk jumlah saldo dalam wallet.
  3. Akun Telegram, yang menjadi pilihan tool untuk chatting bagi banyak ICO. Untuk meningkatkan jumlah audiens, koin airdrop mengharuskan Anda untuk mendaftar pada akun Telegram mereka. Sebelum menerima koin pada wallet Ethereum, sebaiknya tidak meninggalkan akun Telegram atau bisa didiskualifikasi untuk airdrop.
  4. Akun Twitter. Alasan yang sama dengan akun Telegram, kebanyakan akun airdrop akan mengharuskan Anda untuk follow mereka di Twitter. Beberapa pun akan meminta Anda untuk me-retweet beberapa tweet.
  5. Alamat email. Terkadang airdrop akan meminta alamat email Anda, dan meminta konfirmasi lewat email.

 

 

Mendapatkan dan Menarik Airdrop

Biasanya perlu 1-2 bulan setelah airdrop sebelum Anda menerima token. Ini dikarenakan banyak airdrop terjadi sebelum atau selama penjualan token; dengan tujuan pemasaran. Token tidak akan didistribusikan hingga akhir penjualan token.

Untuk mengecek info wallet dan apakah token sudah muncul pada wallet, kunjungi Etherscan. Ketik alamat ETH dalam kotak pencarian.

Dalam lingkaran merah adalah area yang perlu Anda lihat. Jika token sudah tersedia dalam wallet, akan muncul dalam Token Tracker. Jika Token Tracker tidak tersedia, berarti Anda tidak memiliki token dalam wallet, dan berarti juga tidak menerima airdrop.

Ketika mendapatkan token, Anda bisa menariknya secara langsung misalnya melalui My Ether Wallet (MEW). Hal yang harus Anda lakukan adalah mengakses wallet (melalui MetaMask, Ledger Nano, atau cara lain – tidak disarankan menggunakan private key) dan menentukan token yang ingin Anda tarik.

Hindari Penipuan

Dengan banyak pemasaran koin gratis, sangatlah mudah untuk kehilangan arah ketika Anda sudah mulai klik di mana-mana. Hati-hati. Berikut beberapa saran untuk menghindari penipuan:

Jangan pernah mengirimkan private key. Tidak ada yang memerlukan private key untuk mengecek saldo wallet Anda. Mereka bisa dengan mudah mengeceknya melalui tool seperti Etherscan.

Jangan mengirim uang ke akun mana pun. Ingat bahwa airdrop gratis. Walaupun dijanjikan koin atau koin akan muncul dalam wallet Anda, airdrop tidak akan meminta Anda mengirim uang ke akun mana pun. Jika ini terjadi, abaikan secepatnya.

Mengecek sumber resmi. Jika koin melakukan airdrop, biasanya akan diumumkan pada akun media sosial resmi mereka, seperti Twitter. Cek untuk memastikan airdrop tersebut resmi; jika tidak, Anda mungkin terkena penipuan untuk mendapatkan data Anda.

Ini contoh dari penipuan airdrop, akun Twitter yang meminta Anda sejumlah uang. Tapi penipuan tersebut cukup canggih. Jika mengecek komentar, Anda akan melihat 8 balasan. Tujuh balasan berasal dari akun Twitter palsu yang seakan berpartisipasi dan menuliskan testimoni mereka saat menerima koin. Jika menemukan hal aneh semacam ini, jangan cepat percaya.

Terakhir, carilah sumber-sumber terpercaya untuk membantu Anda mengidentifikasi airdrop. Seperti misalnya di beberapa forum diskusi yang banyak membahas airdrop atau cryprocurrency. Sumber terpercaya lebih baik daripada mencari sendiri, karena banyaknya penipuan.

 

 

You may also like