Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Active Vs Passive Income: Apa Sih Bedanya?

Wafa Hasnaghina     Thursday, September 10 2020

Mendapatkan pekerjaan, menerima gaji, dan membayar segala keperluan, proses tersebut biasanya dilakukan untuk bertahan hidup. Tentunya jika kamu melakukan pekerjaan tertentu dan mendapatkan bayaran dari hal tersebut, itu sama dengan kamu sedang mendapatkan active income.

Pada lain sisi, banyak orang juga memimpikan untuk bisa memiliki dana yang datang “tanpa” usaha tambahan dalam mendapatkannya. Dana tersebut sering disebut sebagai pendapatan pasif atau passive income.

Namun, apa sebenarnya perbedaan dari keduanya? Dan yang lebih penting, bagaimana cara mendapatkan keduanya?

Active Income 

Active income atau pendapatan aktif yang diterima oleh kamu dengan waktu tetap. Misalnya saja, jika kamu merupakan seorang karyawan, kamu akan mendapatkan penghasilan per hari, minggu, atau bulan dari perusahaan atau tempat kamu bekerja. Jika dilihat dari perspektif pengusaha, pendapatan aktif ini datang dari hasil mereka mengelola usahanya. 

Sederhananya, pendapatan aktif adalah uang yang kamu terima sebagai imbalan karena telah melakukan suatu layanan. Contohnya, upah per jam, gaji, komisi dan tip, pendapatan bersih usaha, dan lainnya. 

Biasanya pendapatan aktif ini digunakan untuk keperluan sehari-hari atau masa depan. Namun, di sisi lain, pendapatan aktif ini memiliki risiko yang juga besar. Ketika Anda menjadi seorang karyawan, ada risiko bahwa faktor usia, sakit, perusahaan bangkrut, atau PHK membuat pendapatan aktif kamu terhenti. 

Lalu, apakah ini juga terjadi pada pendapatan pasif?

Passive Income

Dengan passive income, biasanya juga ada rencana dalam menerapkannya. Passive income sendiri termasuk ke dalam strategi untuk mempertahankan aset dan kepemilikan seseorang. Strategi ini juga memperbesar peluang untuk mengurangi risiko ketika pendapatan aktif terhenti atau berkurang. 

Passive income atau pendapatan pasif sendiri merupakan hasil yang didapatkan dari investasi dengan aset yang kamu miliki. Lalu, dari mana modal yang harus digunakan pada passive income

Seperti yang dijelaskan di atas, untuk mendapatkan passive income, biasanya setiap individu sudah memiliki rencana, strategi, dan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Maka dari itu, ketika kamu sudah memiliki pendapatan aktif, usahakan untuk terus mengonversi pendapatan tersebut ke aset tertentu, seperti Bitcoin, emas, atau saham.

Lalu, aset-aset apa saja ya yang bisa dijadikan aset untuk nantinya mendapatkan passive income?

Beli Crypto!

Salah satu aset yang saat ini sedang digandrungi banyak orang adalah mata uang crypto, seperti Bitcoin dan Ethereum. Kedua aset ini dapat dikatakan sebagai mata uang crypto paling atas jika dilihat dari kapitalisasi pasarnya. Terlebih, Bitcoin sendiri merupakan pionir dalam industri crypto ini.

Dengan membeli crypto sebagai aset, Anda hanya perlu menyimpannya dalam beberapa waktu hingga nilainya naik atau dengan beberapa strategi lain seperti melakukan staking dan yield farming

Staking dan Farming Aset Crypto

Jika kamu merasa, dengan hanya menyimpan mata uang crypto saja tidak cukup. Kamu bisa melakukan strategi lain yang baru-baru ini ditawarkan di dalam industri mata uang crypto dengan teknologi DeFi. 

Baca juga: Apa itu Staking?

Cara tersebut dinamakan staking dan farming. Keduanya sama-sama memberikan kesempatan bagi para pemilik aset crypto untuk mendapatkan passive income berupa mata uang crypto lainnya dengan modal aset crypto yang dimiliki.

Baca juga: Apa itu Yield Farming?

Sistem ini sebenarnya memiliki konsep yang sama ketika kamu menanamkan modal berupa deposito di dalam bank atau sistem keuang biasa. Dari uang yang kamu miliki, kamu akan mendapatkan hasil berupa bunga dari bank.

Bedanya, staking dan farming dilakukan menggunakan teknologi bernama Decentralized Finance atau keuangan desentralistik dengan sistem smart contract di dalam platform-platform DeFi. 

Di dalam setiap platform memiliki kebijakan dan hasil return yang berbeda. Namun, beberapa dari platform tersebut menjanjikan return hingga 5-10% per tahun sesuai dengan likuiditas yang kamu berikan ke dalam kumpulan di dalam protokol.

Mau tahu lebih tentang staking dan farming? Kamu bisa terus pantengin Artikel Harian Coinvestasi! Jadikan, active income-mu menjadi passive income segera!

Artikel Terkait

 Lihat Lebih