Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

6 Negara Terbaik untuk Cryptocurrency Mining

anisa giovanny     Monday, February 10 2020

Cryptocurrency mining  atau penambangan  mata uang kripto adalah industri yang sedang naik daun. Mining adalah salah satu bagian integral dari seluruh industri crypto, dan aktivitasnya bisa sangat menguntungkan  terutama jika aset yang Anda pilih untuk ditambang adalah Bitcoin atau koin-koin yang populer dan diminati masyarakat.

Baca juga: Apa itu Mining Bitcoin? Panduan Lengkap untuk Pemula

Bagi perusahaan yang ingin mendirikan pertambangan cryptocurrency, penting bagi mereka untuk menemukan lokasi yang sempurna untuk  menjalankan kegiatan tersebut. Soalnya tidak semua negara dan lokasi memperbolehkan kegiatan mining cryptocurrency.

Baca juga: Apa itu Cryptocurrency ?

Di artikel ini akan diberikan daftar negara terbaik sebagai lokasi untuk cryptocurrency mining.

Daru berbagai jenis coin crypto yang dapat ditambang, Bitcoin menjadi yang paling populer dan menguntungkan untuk dihasilkan.  Sebelum kita mengetahui negara mana saja yang bisa menjadi lokasi cryptocurrency mining, kita perlu mengetahui jika hotspot penambangan dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni.

Baca juga: Apa itu Bitcoin ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Hotspot Penambangan

Hotspot Penambangan

Profitabilitas

Bisnis cryptocurrency mining dibuat dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan. Namun, penambangan cryptocurrency mahal untuk dijalankan karena daya besar yang dikonsumsi. Agar menguntungkan, miners harus mendirikan tempat mining di negara-negara di mana tagihan listrik lebih rendah daripada biaya aset yang ditambang. Kuwait dan Islandia adalah contoh bagus dari negara-negara dengan daya listrik murah.

Keunggulan Pasar

Faktor lain yang mungkin ingin miners bisa pertimbangkan adalah keunggulan pasar ketika membuat keputusan. Faktor ini mempertimbangkan dua hal  yakni popularitas penambangan Bitcoin, dan bagaimana sikap pemerintah tentang hal itu. Saat Anda memilih negara karena keunggulan pasar, Anda  bisa melihat negara dengan undang-undang penambangan bitcoin yang menguntungkan. Ini adalah daerah di mana undang-undang ramah kepada penambang atau di mana pemerintah mengakui sektor ini

Inilah Daftar Negara Terbaik untuk Cryptocurrency Mining

Kuwait

Kuwait

Terletak di Timur Tengah, Kuwait adalah salah satu negara paling menarik untuk melakukan bisnis di kawasan ini. Biaya hidup  rendah, berkat pendapatan minyak negara dan kemudahan berbisnis. Perlu dicatat bahwa Anda harus bersaing dengan cuaca yang  panas.

Namun,  miners bisa mensiasatinya dengan membeli sistem pendingin dan tidak akan dikenakan biaya banyak. Ini berguna agar para miners bisa beradaptasi dengan cuaca dan bisa bekerja dengan nyaman. Di negara ini menambang Bitcoin dapat menelan biaya total sekitar $ 1.500. Namun hingga saat ini Bitcoin tidak sah di Kuwait, jadi miners akan menjual hasil mining ke negara lain.

Baca juga: 5 Tips Bagi Investor Bitcoin Pemula

Venezuela

Venezuela

Negara  yang ambruk gara-gara tingkat inflasi yang berat, namun negara ini menunjukan minat besar terhadap dunia cryptocurrency. Presiden Nicolas Maduro pun telah membuat mandat menggunakan cryptocurrency untuk menghindari sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, dan sejauh ini berkinerja dengan baik.

Dalam hal biaya, miners mungkin tidak menemukan negara yang lebih baik untuk menambang Bitcoin daripada Venezuela. Penambangan Bitcoin mencapai $531 per token, karena biaya listrik sekitar $1,9c / kWh. Negara ini juga memiliki tingkat pengangguran 9 persen, jadi perusahaan mining kemungkinan bisa mendapatkan tenaga kerja murah jika membuka mining farm di sini.

Selanjutnya, Anda akan menemukan bahwa mining juga merupakan aktivitas terkait crypto yang menguntungkan di negara Amerika Latin ini. Namun,  miners mungkinakan  mengalami beberapa masalah karena Venezuela kerap kali mengalami pemadaman listrik yang lama.

Islandia

islandia

Negara ini bisa dibilang adalah negara impian bagi setiap miners cryptocurrency. Sebab, negara ini memiliki biaya listrik murah, iklim dingin, dan regulasi yang menguntungkan. Selama dua tahun terakhir saja, aktivitas penambangan crypto di salah satu negara di Benua Eropa ini naik hampir dua kali lipat.

Listrik di Islandia berharga sekitar $ 0,071 / KWh, harga rendag ini didapatkan karena  jaringan pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit panas bumi yang digunakan. Anda juga mendapatkan suhu rata-rata antara -1 ° C dan 12 ° C, artinya biaya pendingin udara akan diabaikan. Pemerintah juga tidak memberi batasan pada mining cryptocurrency di sini, sehingga perusahaan mining bisa beroperasi dengan bebas.

Satu-satunya masalah yang dihadapi para miners  di Islandia adalah biaya tenaga kerja. Tingkat pengangguran adalah 3,5 persen, jadi perusahaan harus mengeluarkan banyak uang untuk menarik talenta dengan reputasi baik.

Cina

cina

Cina dikenal sebagai ibukota penambangan dunia, karena keunggulannya pada jaringan Bitcoin. Negara ini memiliki sekitar 66 persen dari tingkat hash global, naik dari 60 persen pada Juni 2019. Cina juga memiliki beberapa perusahaan pertambangan terbesar di dunia (Bitmain, Canaan Creative, dll.) Perkiraan dari CoinShares menunjukkan bahwa total pendapatan yang berasal dari penambangan di Tiongkok dapat melampaui $ 5 miliar pada 2020.

Baca juga: Mengenal Mata Uang Digital Nasional Cina (DCEP)

Di Cina, karena biaya daya yang terjangkau dan penggunaan sumber daya alternatif perusahaan mining dan miners lokal dapat mengalahkan pesaing asing. Salah satu sumber tenaga alternatif yang umum di Cina adalah batu bara dan tidak jarang menemukan miners enambang Bitcoin yang mengatur operasi penambangan mereka di dekat sumber batubara, di mana mereka dengan bebas membakar batubara dan menggunakan energi untuk mining Bitcoin. 

Namun demikian, keunggulan batubara di Cina juga mulai mengalami penurunan. Para ahli percaya bahwa pada tahun 2050, listrik yang dihasilkan dari batubara akan menurun hingga sekitar 30 persen dan sisanya berasal dari minyak, gas alam, dan sumber-sumber terbarukan.

Diharapkan dengan semakin banyaknya sumber energi terbarukan, biaya penambangan akan berkurang. Ketika datang ke Cina, wilayah Sichuan pusta bagi pertambangan crypto di Cina. CoinShares memperkirakan bahwa provinsi  itu menyumbang 50 persen dari tingkat hash global. 

Amerika Serikat

Amerika Serikat

Mendirikan bisnis pertambangan di Amerika Serikat hampir sama dengan melakukannya di Cina. AS mungkin tidak memiliki tingkat keunggulan yang sama dalam hal penambangan seperti halnya Tiongkok, tetapi miners setidaknya mendapatkan keselamatan karena operasi yang mereka lakukan aman di AS.  

Baca juga: 10 Situs Mining Bitcoin Terpercaya

Tahun lalu adalah tahun yang besar bagi Amerika Serikat dalam hal cryptocurrency mining, dengan beberapa perusahaan mendirikan perusahaan pertambangan di negara ini. Negara ini juga unggul jika Anda ingin menjual crypto yang sudah ditambang. 

Saat ini, Amerika Serikat diberi peringkat oleh Investopedia sebagai negara termurah ke-41 untuk menambang cryptocurrency, dengan biaya penambangan rata-rata $ 4,578 per token. Namun ini bisa berbeda antar negara bagian, seperti Washington memiliki pembangkit listrik tenaga air, dengan sekitar 1.166 bendungan.

Sekitar 80 persen listrik yang dihasilkan di negara bagian ini dapat diperbarui, dan bertanggung jawab untuk menghasilkan sekitar seperdelapan listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan secara nasional pada tahun 2017. Jadi, tidak mengherankan bahwa itu adalah negara termurah untuk lokasi mining dengan rata-rata biaya  penambangan  $ 3.309 per token. Pemerintah mungkin belum memiliki undang-undang tentang penambangan kripto, tetapi jelas jika perusahaan mining di AS cukup hidup. 

Iran

iran

Iran mungkin berada di ambang krisis ekonomi dan politik saat ini, tetapi crypto miningnya masih sangat kuat. Mengenai peraturan, mining bitcoin adalah legal dan pemerintah Iran secara resmi mengakuinya sebagai kegiatan industri.

Iran juga telah menjadi tempat berkembang utama untuk penambangan, karena miners di seluruh dunia telah pindah ke sana sebagian. Hal disebabkan karena tarif listrik murah negara itu. Rumah tangga hanya membayar antara $0,03 dan $ 0,05 per kilowatt-jam di negara Timur Tengah.

Baca juga: Aplikasi Mining Bitcoin Android Penghasil Terbanyak 2020

Tingkat yang terjangkau ini seiring dengan peningkatan penambang yang bermigrasi ke Iran dan  telah melihat permintaan energi negara itu melonjak 7% dalam beberapa bulan terakhir. Ini mendorong pemerintah untuk membuat model harga baru untuk fasilitas penambangan dan ambang konsumsi baru untuk penambang. Meskipun demikian, Iran masih menjadi salah satu negara terbaik untuk cryptocurrency mining. 

Baca juga: Bitcoin Legal Digunakan di Negara-Negara Ini


Itu dia 6 negara yang sejauh ini merupakan negara terbaik untuk mendirikan perusahaan penambangan crypto. Negara tersebut terkenal memiliki daya listrik murah sehingga beban biaya produksi mining bisa dikurangi dan para miners bisa mendapatkan keuntungan optimal dari hasil pertambangan.

Negara tersebut pun hingga saat ini masih jadi negara yang cukup disukai oleh para miners, namun dengan pesatnya industri kripto  diharapkan akan akan banyak negara yang lebih ramah terhadap industri penambangan cryptocurrency.

Poin Penting
  • Apa itu cryptocurrency mining?

    Kegiatan untuk menghasilkan Bitcoin

  • Hal apa saja yang harus diperhatikan untuk cryptocurrency mining?

    Daya listrik, perangkat komputer, kemampuan dalam memecahkan persoalan matematika, profitabilitas koin yang ditambang dan lain sebagainya.

  • Aset apa yang paling menguntungkan untuk dimining?

    Bitcoin

  • Negara mana yang cocok untuk cryptocurrency mining?

    Kuwait, Cina, Iran, Amerika Serikat dan sebagainya

  • Kenapa Cina cocok untuk mining crypto?

    Negara ini memiliki sekitar 66 persen dari tingkat hash global, naik dari 60 persen pada Juni 2019. Cina juga memiliki beberapa perusahaan pertambangan terbesar di dunia (Bitmain, Canaan Creative, dll.)

  • Kenapa Islandia menjadi lokasi yang tepat untuk mining crypto?

    Biaya listrik murah, iklim dingin, dan regulasi yang menguntungkan.

  • Apa semua koin bisa dimining?

    Tidak, mayoritas koin yang bisa dimining bekerja di konsensus proof of work dan yang tidak bekerja di konsensus proof of stake

Artikel Terkait

 Lihat Lebih