Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Hati-hati! Ini dia 5 Jenis Penipuan Bitcoin yang Sering Terjadi

Wafa Hasnaghina     Wednesday, October 14 2020

Bitcoin, mata uang crypto pertama di dunia ini punya daya tarik yang begitu memesona. Solusi dari teknologi yang dibawanya banyak dimanfaatkan banyak orang. Tanpa terkecuali, teknologi yang bisa dilacak tetapi bersifat anonim ini, dieksploitasi beberapa orang tidak bertanggung jawab dengan cara menipu. 

Walaupun umur Bitcoin ini sudah menyentuh angka 11 tahun, tetapi adopsi dan pemanfaatannya di khalayak umum masih akan terus berkembang. Ini menjadikan banyak dari pengguna yang masih kurang memahami penipuan yang mengatasnamakan Bitcoin dan mata uang crypto lainnya. 

Dalam artikel ini, Coinvestasi akan menjelaskan beberapa jenis penipuan yang sering digunakan untuk mengelabui pengguna untuk mendapatkan mata uang crypto. Yuk disimak!

1. Phishing

Dibagian pertama ada Phishing. Jenis penipuan ini biasanya menargetkan pengguna menggunakan link dengan cara mengontaknya melalui email, telepon, atau sms yang mengatasnamakan legal institusi. 

Phishing biasanya akan mengambil informasi penting terkait dengan informasi diri, seperti nomor telepon, alamat rekening bank, detail terkait kartu debit/kredit yang dimiliki pengguna, detail wallet blockchain pengguna, dan password. 

Teknologi blockchain ini masuk ke dalam teknologi yang cukup aman. Namun, sifatnya yang harus selalu terkoneksi jaringan internet membuat banyak celah yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan. 

Pastikan untuk selalu menyimpan password wallet kamu dengan aman. Jangan memberikan password dan private key wallet blockchain kamu pada siapa pun!

2. Exchange atau Wallet Palsu

Penipuan kedua yang sering terjadi adalah dengan menggunakan exchange atau wallet palsu. Biasanya para penipu memiliki situs webnya sendiri dengan title sebagai exchange tertentu. 

Ini pernah terjadi di Korea Selatan pada tahun 2017 silam. Sebuah exchange crypto bernama BitKRX berhasil menipu dan menggondol uang penggunanya. 

Seperti tidak kehilangan akal, ada juga penipu yang dengan susah payah membuat sebuah aplikasi dengan menambahkan alamat wallet palsu untuk memangsa para korbannya. Kejadian ini pernah terjadi di tahun 2019 silam. Untungnya, aplikasi yang ditemukan pada Google Play Store tersebut cepat ditemukan dan dibekukan dari peredaran. 

Belum lagi ada banyak malware yang mengincar aplikasi exchange terpusat seperti yang diberitakan oleh Coinvestasi. Baca artikel selengkapnya di sini.

3. Giveaway Palsu

Ada juga penipuan yang mengatasnamakan acara berhadiah Bitcoin atau crypto. Para penipu juga tidak segan untuk mencatut nama orang ternama dalam menjalankan aksinya. 

Banyak orang awam yang akhir tertipu dan termakan oleh bujukan penipu untuk mengirimkan crypto ke alamat wallet tertentu dengan iming-iming imbalan dua kali lipat.

Misalnya saja, aksi peretasan sekaligus penipuan yang terjadi pada Juli 2020 lalu. Para hacker mengincar Twitter pribadi orang-orang ternama, dan meminta sejumlah crypto kepada pengikut mereka. 

Aksi ini sempat membuat heboh pengguna Twitter. Pasalnya, aksi ini ditaksir menelan kerugian hingga ratusan juta dolar AS dalam bentuk crypto. Aksi ini juga menyebabkan Twitter sempat di non-aktifkan selama beberapa jam untuk mencegah korban lebih banyak lagi. 

Twitter Hacker Barack Obama 1
Twitter Barack Obama Diretas Juli 2020, Penipu Minta Bayaran Berupa Bitcoin

Baca artikel selengkapnya di artikel Hacker Serang Twitter, Hati-Hati Scam Berhadiah 5.000 Bitcoin!

4. Mining Scam

Untuk mendapatkan Bitcoin ada beberapa cara, termasuk mining. Tentunya untuk mengekstrak Bitcoin lewat mining membutuhkan sejumlah besar daya pemrosesan, dan juga listrik. Apalagi, semakin hari tingkat kesulitan, semakin bertambah. 

Hal tersebut membuat, para miners individu biasanya ikut ke dalam kelompok mining tertentu. Ada juga perusahaan pertukaran besar menawarkan layanan reguler berupa fasilitas mining kepada para penggunannya. Dengan tarif tertentu miners sudah bisa mendapatkan Bitcoin, tanpa harus membeli alat-alat komputer super canggih untuk mengimbangi tingkat kesulitan penambangan.

Sayangnya, tidak sedikit juga orang-orang yang memanfaatkan cara ini untuk mengambil keuntungan dari pengguna lainnya. Strateginya cukup berani, ada yang menawarkan “kontrak seumur hidup”, ini artinya pengguna akan menerima bayaran yang sama tanpa memikirkan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. 

Ada juga menawarkan garansi keuntungan yang tidak masuk akal, seperti “Dapatkan Keuntungan 95% hanya dalam 60 detik”. Iming-iming “cepat kaya” dari platform-platform tersebut, membuat pengguna lengah dan malah masuk ke dalam jebakan. 

Terlebih, banyak juga platform yang menawarkan hadiah besar dengan syarat pengguna memasukan alamat wallet Bitcoin atau crypto lainnya, beserta password transaksi. Jelas, dompet tersebut justru akan dieksploitasi oleh pelaku kejahatan. 

Untuk menghindari hal ini, pastikan platform mining kamu aman untuk digunakan. Terlebih jangan pernah mengirimkan password ataupun informasi keamanan lainnya kepada siapa pun. 

5. Skema Ponzi 

Skema ponzi memiliki sistem yang hampir mirip dengan praktik multi level marketing. Seperti yang kita ketahui, untuk mendapatkan imbalan, kamu sebagai pengguna harus “merekrut” pengguna baru lainnya. 

Lebih parahnya lagi biasanya platform atau perusahaan dengan skema ponzi ini, akan menjanjikan keuntungan yang tinggi. 

Forsage Scam

Misalnya saja, platform terbaru di awal tahun 2020, Forsage. Dengan dalih teknologi Blockchain, Forsage berhasil merayu orang-orang yang awam dengan iming-iming mendapatkan Ethereum dengan jumlah besar. 

Sayangnya, walaupun termasuk ke dalam jajaran skema ponzi dan juga mendapatkan peringatan dari badan berwenang di seluruh dunia. Orang-orang masih hanyut ke dalam jebakan ponzi ini. 

Baca juga: Waspada Forsage! Skema Ponzi Berbasis Ethereum

Tidak sampai di situ saja, Forsage termasuk ke dalam salah satu platform yang membuat harga gas Ethereum menjadi tinggi. Hingga Oktober 2020, Forsage masih menempati peringkat ke-3 di seluruh jaringan Ethereum yang menggunakan gas berlebih.

Baca juga: Dua Skema Ponzi Ini Jadi Pengguna Gas Terbanyak di Ethereum


Perkembangan dunia mata uang crypto akan selalu menarik perhatian. Kewaspadaan dan kehatian-hatian harus terus ditingkatkan. Pasalnya, industri ini masih akan terus berkembang tidak hanya melibatkan mata uang crypto, tetapi juga mata uang lainnya.

Untuk memproteksi diri dari penipuan-penipuan di atas, ada baiknya selalu cek kembali cara kerja di balik sebuah platform. Bekali diri juga dengan ilmu terkait dengan smart contract dan cryptocurrency lainnya. Ikuti terus artikel-artikel terbaru dari Coinvestasi agar lebih update dengan berita terkini!

Artikel Terkait

 Lihat Lebih