5 ATM Cryptocurrency Baru Dipasang Di seluruh Dunia Setiap harinya

By Aulia Medina     Tuesday, January 15 2019

Jumlah dari automated teller machines (ATM) crypto dipasang di seluruh dunia melonjak melewati angka 4,000, data dari agretor statistik industri Coin ATM Radar mengindikasi pada 10 Januari.

Nilai pertumbuhan terbaru adalah 4.9 ATM baru dipasang setiap harinya, menurut pengukur skala Coin ATM Radar — Masuk kedalam kelas tercepat, meskipun aksi pasar terus menerus bearish.

Total semuanya ada 4167 ATM crypto worldwide, 71.8 persen berlokasi di Amerika Utara — 56 persen di Amerika Serikat dan 15 persen di Kanada — 23 persen di Eropa, dan 2.6 persen ada di ASia. 1.3 dan 1.1 persen masing-masing ada di Oceania dan Amerika Selatan. dan hanya 0.2 persen berlokasi di Afrika.

Termasuk Asia, Hongkong memiliki sebagian besar ATM — terhitung untuk 0.8 persen dari mesin yang ada di seluruh dunia — sementara di Eropa tepatnya di Austria (6.4 persen), diikuti oleh Inggris Raya (4.8 persen)

Menurut data, pemasangan di Amerika Serikat meningkat dari 1,216 pada 1 Januari 2018 menjadi 2,475 sampai hari ini — 1,259 ATM baru hanya dalam jangka waktu setahun. California memiliki jumlah tertinggi dari negara lainnya — dengan jumlah total mesin 473 —  diikuti oleh Illionis dengan 250.

Baca juga: Senator dan Kritikus Cyrpto Elizabeth Warren untuk Pilpres AS 2020

Sementara kebanyakan mayoritas dari 4167 ATM crypto di seluruh dunia mendukung Bitcoin (BTC) — 99.9 persen, atau 4,162 — 64.6 persen mendukung satu atau lebih altcoin.

Ini terpecah menjadi 59.5 persen mendukung untuk Litecoin (LTC), 49.3 persen mendukung Ethereum (ETH) dan 33.9 persen mendukung Bitcoin Cash (BCH). Dash (DASH) didukung oleh 17.9 persen ATM, sementara Monero (XMR), Dogecoin (DOGE) dan ZCash (ZEC) saling mendukung satu sama lain sebanyak 3 persen atau kurang.

Yang jelas tidak ada dari statistik dunia Coin ATM Radar adalah India. Seperti yang dilaporkan akhir November, para pengembang pertama Bitcoin negara itu ditangkap di Bangalore dibawah tindakan pidana dikarenakan label ATM-nya, seperti mesinnya bukan sepenuhnya benar-benar mesin “ATM”melainkan sebuah perangkat yang memungkinkan pengguna crypto untuk menghindari saluran perbankan.

Penangkapan dilakukan oleh Reserve Bank of India (RBI) pada musim semi 2018 tentang transaksi bank yang berhubungan dengan perusahaan crypto.

Pada awal bulan ini, Cointelegraph melaporkan bahwa Perusahaan ATM Bitcoin Lamassu telah direlokasikan ke Swiss, dikarenakan peraturan sulit di berbagai negara. Lamassu mengungkapkan penerapan ini untuk membuka akun yang ditolak oleh 15 bank karena menghasilkan terminal untuk Bitcoin, walaupun perusahaan ini tidak mengambil bagian dalam trading atau menyimpan cryptocurrency.

Sumber