Aplikasi

Sistem Pemilu Elektronik Blockchain, E-Voting Pertama Di Rusia

single-image
Pemilihan pemimpin merupakan salah satu hal terpenting disetiap negara yang melibatkan berbagai pihak. Sehingga akhirnya teknologi terbaru mulai diterapkan untuk membantu pemungutan suara dan pemilih ganda. Di Rusia, baru-baru ini pemerintahannya mengumumkan akan menggunakan sistem pemilu elektronik atau E-Voting berbasis blockchain pertama di dunia. Menyusul Estonia dan Irlandia yang kini sedang merencanakan hal yang sama.
Sistem Pemilu Elektronik Blockchain
Mengapa sistem pemilu elektronik berbasis blockchain mulai diterapkan negara maju seperti Rusia? Pemilihan pemimpin memang sangat dianggap penting, mengingat negara ini merupakan salah satu penguasa Eropa. Berabagai serangan politik akan terus berdatangan untuk menghadang, sehingga perlu dipastikan pemilihan yang bersih. Dan sampai saat ini, teknologi blockchain sangat menjanjikan jika digunakan dalam E-Voting.

Rusia Terapkan Sistem Pemilu Elektronik Blockchain

Teknologi blockchain tidak hanya diterapkan pada pengembangan mata uang kripto, game, dan aplikasi mobile. Baru-baru ini salah satu negara maju telah menerapkan sistem pemilu elektronik menggunakan blockchain untuk mengurangi serangan hacker dan akurasi pemungutan suara. Sepanjang perkembangan kropto, blockchain telah menunjukkan bukti konkret sebagai salah satu teknologi paling aman melindungi data. Termasuk duplikasi, mengamankan dari perubahan dan penghapusan data.
Menurut sumber dari pusat penelitian pemungutan suara di Rusia, pada 5 Maret lalu. Rusia akan menggunakan blockchain yang dimulai dari pemantauan hasil jajak pendapat dan pemilihan presiden 2018. Rencananya program ini akan segera diberlakukan pada akhir bulan ini. Setidaknya Public Opinion Research Center (VTSIOM) telah menggandeng dua mitra startup lokal yang fokus pada teknologi smart contract dan ICO.
VTSIOM dan perusahaal lokal akan membuat database dengan implementasi blockchain pertama di dunia dalam voting pemilihan presiden. Blockchain yang dibangun diharapkan dapat membantu mengurangi serangan DDoS, terutama pada hari pemungutan suara. Proyek ini direncakan terlaksana pada 12 Maret dan pemilihan pada 18 Maret.
Menurut direktur umum VTSIOM, konsep serupa juga akan muncul di Estonia dan Irlandia. Dengan adanya blockchain, setiap pembaruan real-time dapat dilacak menggunakan portal khusus. Penyimpanan data ini bisa menghindari duplikasi identitas, dan setiap data yang masuk kedalam blockchain tidak dapat diubah dan dihapus. Sehingga sistem pemilu elektronik yang diharapkan benar-benar bersih.

You may also like