Aplikasi LINE Chat Akan Meluncurkan Layanan Pertukaran Bitco...
News

Aplikasi LINE Chat Akan Meluncurkan Layanan Pertukaran Bitcoin

Aplikasi LINE Chat Akan Meluncurkan Layanan Pertukaran Bitcoin

Aplikasi chatting dari jepang yaitu LINE, akan meluncukurkan layanan pertukaran Bitcoin dan sejenisnya mulai bulan Juli.

BitBox

LINE, sebuah aplikasi yang sangat menggelegar di Jepang dengan sekitar 200 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, mengatakan akan meluncurkan pertukaran mata uang cryptocurrency yang dijuluki BitBox pada bulan Juli. Pertukaran tersebut akan menangani 30 atau lebih cryptocurrency, termasuk Bitcoin, Ethereum, Bitcoin Cash, dan Litecoin.

“Cryptocurrency yang disebutkan di atas dipilih melalui tinjauan ketat oleh komite pencatatan yang terdiri dari para ahli,” siaran pers Line.

Line meluncurkan BitBox

Takeshi Idezawa, CEO LINE Corp, berbicara saat briefing strategi tahunan perusahaan di Tokyo, Jepang, pada 28 Juni 2018.

Akan tetapi BitBox tidak berencana untuk menawarkan layanan tersebut di Negaranya sendiri yaitu Jepang, dan juga tidak di Amerika Serikat. BitBox juga tidak akan mengizinkan pengguna untuk berdagang mata uang fiat seperti dolar AS atau won Korea untuk cryptocurrency. Pembatasan tersebut memungkinkan penyusutan basis pengguna yang berpotensial. Jepang sejauh ini merupakan pasar aplikasi terbesar.

Hal tersebut terjadi di tengah pengawasan regulasi yang lebih kuat dari pemerintah AS dan Jepang ke dalam pertukaran cryptocurrency di negara mereka. Regulator keuangan Jepang, Financial Services Agency, telah menghukum beberapa bursa dalam beberapa bulan terakhir karena kontrol internal yang tidak memadai. Itu terjadi setelah pencurian cryptocurrency bernilai jutaan dolar dari bursa Jepang Coincheck pada bulan Januari.

Pertukaran di AS juga melangkah lebih hati-hati dalam beberapa bulan terakhir, setelah Komisi Sekuritas dan Bursa mengklarifikasi bahwa pertukaran cryptocurrency yang berusaha memperdagangkan aset digital yang dianggap perlu sekuritas harus mendaftar ke SEC.

Keputusan LINE untuk menambahkan fitur baru juga datang saat basis penggunanya sendiri telah menyusut. Meskipun basis pengguna perusahaan di Jepang telah meningkat dari 68 juta menjadi 75 juta pada tahun lalu, metrik yang sama telah turun dari 103 juta menjadi 90 juta di tiga pasar utama lainnya: Taiwan, Thailand, dan Indonesia.

Comments are off this post!