5 Strategi Trading Dengan Pola Candlestick Akurat
Exchange, Featured, Tips

5 Strategi Trading Dengan Pola Candlestick Akurat

Dalam dunia perdagangan bursa kripto, tehnik candlestick perlu dikuasai untuk mendapatkan profit maksimal dan meminimalkan kerugian. Candlestick yang saat ini digunakan berasal dari gaya charting Jepang dan sudah digunakan selama lebih dari 100 tahun. Di bursa kripto, ada lima strategi trading dengan pola candlestick telah membuat prestasi dan keberhasilan trader.
Strategi Trading Dengan Candlestick
Bursa kripto baru saja berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Tidak seperti forex, cryptocurrency mempunyai pola berbeda dipasar. Bisa saja harga kripto naik dua kali lipat, atau bahkan turun jauh lebih buruk. Perdagangan cryptocurrency memang dianggap sangat beresiko, terlebih bagi pemula. Bagaimana mengantisipasi kerugian berdagang kripto, maka kita perlu menguasai sedikit strategi trading dengan pola candlestick.

Grafik dengan candlestick mencerminkan pandangan jangka pendek, terkadang berlangsung kurang dari 10 sesi perdagangan. Candlestick  merupakan sistem yang sangat kompleks dan terkadang sulit dipahami. Setiap candlestick mewakili waktu tertentu, yang populer biasanya kerangka waktu 1 menit dan 5 menit. 
Jika menggunakan kerangka waktu 5 menit, setiap candlestick akan menunjukkan harga tinggi, rendah, buka dan tutup. Periode 5 menit akan menunjukkan arah harga bergerak selama waktu itu. Setelah lima menit, maka candlestick baru akan muncul. Ada beberapa strategi trading dengan candlestick yang umum digunakan oleh pedagang, diantaranya sebagai berikut:

Strategi Trading Dengan Pola Candlestick

Setiap candlestick terdiri dari badan nyata/batang lilin dan sumbu. Tubuh yang seperti batang lilin mencerminkan perbedaan antara harga buka dan tutup di periode itu. Harga buka dan tutup merupakan harga transaksi pertama dan terakhir untuk jangka waktu tersebut. Ketika tidak ada tubuh atau sangat kecil, berarti yang terbuka hampir sama.
Batang berwarna dan tergantung pada skema yang digunakan oleh platform charting. Umumnya berwarna putih dan hitam, hijau dan merah. Lilin putih atau hijau berarti harga selesai lebih tinggi selama jangka waktu tersebut. Dimana harga penutupan berada di atas harga terbuka. Sedangkan lilin hitam atau merah berarti harga selesai lebih rendah selama jangka waktu tersebut.
Batang lilin mewakili perbedaan antara harga buka dan penutupan periode waktu tertentu. Sumbu atau ekor merupakan garis tipis kecil di atas dan di bawahnya yang mewakili harga tinggi dan rendah untuk periode itu. Ketika sumbu muncul di atas lilin, menunjukkan harga tinggi untuk periode itu. Jika tidak ada sumbu atas, maka bagian atas lilin merupakan harga tertinggi. Begitu pula yang terjadi pada sumbu di bagian bawah lilin menunjukkan harga rendah untuk periode itu. Jika tidak ada sumbu yang lebih rendah, maka bagian bawah lilin merupakan harga terendah.
Pada umumnya platform chart bisa membuat penyesuaian pada grafik candlestick. Penyesuaian bisa dimulai dengan cara mengubah warna lilin atas atau bawah agar tampak kontras perbedaan antara gerakan naik dan turun. Strategi trading dengan pola candlestick bersifat visual. Sehingga perlu memperhatikan pola untuk menganalisa kelanjutan atau pembalikan tren. Bahkan untuk memperhatikan peluang perdagangan kedepannya. Dan yang terpenting, bahwa pola candlestick harus digunakan bersama-sama dengan analisis tren.

Pola Akurat Candlestick

Ada cara praktis yang bisa diterapkan dengan mudah dalam strategi trading dengan pola candlestick. Diantaranya strategi dengan pola Inverted Hammer, Bullish Engulfing, Piercing Line. Morning Star, dan Three White Soldiers. Berikut penjelasan singkat kelima pola tersebut:

1. Inverted Hammer

Hammer adalah pola pembalikan bullish, yang menandakan bahwa sebuah perdagangan mendekati level terendah dalam tren turun. Sedangkan Inverted Hammer terbentuk dalam tren turun dan mewakili kecenderungan berbalik arah atau tren mulai naik.

2. Bullish Engulfing

Bullish Engulfing merupakan pola pembalikan dua lilin, dimana lilin kedua menelan tubuh asli lilin yang pertama, tanpa memperhatikan panjang sumbu. Pola ini biasanya muncul dalam tren turun dan merupakan kombinasi dari satu lilin gelap diikuti oleh lilin putih yang lebih besar.
Strategi Trading Dengan Candlestick

3. Three White Soldiers

Naah, pola yang ini biasanya diamati setelah periode downtrend. Seperti namanya, Three White Soldiers terdiri dari tiga lilin putih panjang yang semakin tinggi dan berlanjut pada perdagangan berikutnya. Setiap lilin lebih tinggi dari pembukaan sebelumnya menunjukkan kenaikan tekanan beli yang stabil. Tetapi hati-hati, ketika lilin putih terlalu lama muncul justru akan menciptakan penjualan pendek yang bisa menyebabkan harga longsor.

4. Piercing Line

Mirip dengan pola Engulfing, Piercing Line merupakan pola pembalikan naik dua lilin yang terjadi ketika tren turun. Lilin hitam panjang pertama diikuti oleh lilin putih lebih rendah dari penutupan sebelumnya. Biasanya lilin putih muncul ketika tekanan beli mendorong harga naik setengah atau dua pertiga tubuh lilin hitam.

5. Morning Star

Morning starr merupakan awal baru yang terjadi ketika tren menurun. Perhatikan bahwa pola ini terdiri dari tiga lilin, satu lilin bertubuh pendek (doji) muncul diantara lilin hitam dan lilin putih. Tidak ada tumpang tindih antara tubuh doji dan lilin hitam sebelumnya. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa tekanan jual sebelumnya sudah mereda. Dan lilin putih ketiga menunjukkan tekanan pembeli baru dan awal pembalikan Bullish.
Dari kelima teknik diatas menjelaskan bagaimana strategi trading dengan pola candlestick yang bisa digunakan. Setiap hari perdagangan cryptocurrency terjadi downtren dan uptren, perhatikan pola candlestick. Jangan sampai salah menilai, resikonya bisa terjun bebas.

Comments are off this post!