Apa Itu USD Tether (USDT) Dan Perbedaannya Dengan USD?
Altcoin, Exchange

Apa Itu USD Tether (USDT) Dan Perbedaannya Dengan USD?

Ragam pertanyaan muncul ketika baru memasuki dunia cryptocurrency. Salah satunya adalah koin kontrovesi yang dianggap banyak orang nilainya sama dengan mata uang dolar. Apa itu USD Tether (USDT), dan bagaimana harga USDT bisa setara dengan dolar AS? Simbol kripto ini sering disalah artikan, padahal sebenarnya merupakan token kripto.
Apa Itu USD Tether (USDT)
USD Tether merupakan token cryptocurrency yang diklaim oleh penciptanya bisa setara 1 dolar  AS per token. Padahal, Tether Limited sama sekali belum mengeluarkan audit yang menjanjikan cadangan mata uang dolar AS. Kontroversi ini tentunya menimbulkan banyak pertanyaan dikalangan trader, apalagi ketika mereka menyimpan aset dalam token ini.

Apa Itu USD Tether (USDT)

Tether didirikan oleh Jan Ludovicus van der Velde, yang juga berperan sebagai CEO Bitfinex dan Tether Limited. Koin ini berjalan di blockchain Bitcoin melalui Protokol Layer Omni. Dalam perdagangan bursa kripto, setiap token USDT bisa ditukar menjadi dolar AS melalui Tether Platform. Seperti cryptocurrency lainnya, pertukaran USDT tetap menggunakan dolar AS, hanya saja sudah ditetapkan kisaran harga 1 dolar.
Saat ini Tether termasuk cryptocurrency dengan total kapital terbesar ke-16 sekitar 2,3 miliar dolar AS. Tujuan utama tether adalah untuk memfasilitasi transaksi antara pertukaran cryptocurrency dengan kurs dolar Amerika Serikat. ide ini ditujukan untuk memanfaatkan peluang arbitrase berkecepatan tinggi tanpa menggunakan transfer bank yang lambat.
Tether pernah mengalami kerugian besar, sekitar 31 juta token USDT dicuri pada bulan November 2017. Tether sempat menangguhkan perdagangan dan meluncurkan perangkat lunak baru untuk menerapkan hardfork darurat. Tujuannya agar seluruh token tidak dapat disesuaikan, dan dengan mudah mengidentifikasi token yang dicuri. 
Pada September 2017, Tether menerbitkan sebuah memorandum dari kantor akuntan publik. Memo ini menjelaskan bahwa token Tethers dijamin dengan uang fiat dolar AS. Tetapi menurut pengacara independen, Lewis Cohen, bahwa memo itu tidak membuktikan bahwa Tether dijamin oleh uang dolar. Beberapa dokumen juga tidak membuktikan apakah saldo dolar AS benar-benar ada, bahkan sebaliknya membebani Tether.
Jadi, bagi Anda yang menyimpan aset pertukaran menggunakan token USDT harus memahami kondisi ini. Bahwa USDT bukan mata uang yang sah, dan keberadaannya juga sama seperti cryptocurrency lainnya. Kepemilikan token Tether tidak memiliki hak kontraktual, klaim hukum ataupun jaminan terhadap kerugian. 
Tether sama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang bisa digunakan untuk membeli, menukarnya dengan token ataupun kripto lainnya. Cara beli USDT juga sangat mudah, kini beberapa bursa kripto menyediakan token ini. Termasuk Hitsbtc, Bitfinex, Bittrex, Poloniex, pertukaran Epay, dan exchange lainnya.
Jadi, bagaimana mengamankan aset yang bernilai menjadi mata uang fiat ketika trading? Tetap gunakan pertukaran mata uang fiat, beberapa exchange menyediakan mata uang dolar AS dan mata uang lokal. Di Indonesia, mata uang rupiah bisa digunakan dalam perdagangan bursa kripto Indodax.

Comments are off this post!