ICO

Apa Itu ITO, ICO Token? Kenali Jenis Sebelum Membeli

Ada banyak pertanyaan yang sebaiknya dimengerti sebelum terjun kedalam investasi ICO. Salah satunya adalah token, apa itu ITO atau ICO token yang saat ini sangat banyak ditawarkan? Pemahaman ini sudah seharusnya jelas bagi kita yang ingin berinvestasi kedalam sebuah proyek. Token saat ini menjadi sebuah trend yang jumlahnya terus meningkat untuk pembuatan proyek. Istilah kripto merujuk kepada Token dan Coin, umumnya ditawarkan melalui ICO (Initial Coin Offering).
Apa Itu ITO, ICO Token
Kedua istilah ini ternyata terkadang membuat kebingungan antara trader dan ivestor. Dimana banyak orang masih menganggap token dan koin merupakan sebuah ketidakpastian. Hal ini disebabkan karena banyaknya trader yang terjebak dalam pembelian token, tetapi proyek tidak berjalan sama sekali. Sebuah prospek yang ditawarkan dalam white paper tidak sepenuhnya berjalan lancar, atau bahkan menawarkan proyek fiktif.

Jenis Token Dalam ITO & ICO

Dalam mengenal token, ada perbedaan mendalam yang harus dipahami lebih dahulu sebelum berinvestasi. Jenis token yang umumnya ditawarkan dalam sebuah ITO ataupun ICO adalah sebagai berikut:

1. Token Aset

Token aset berfungsi sebagai representasi digital dari suatu aset dalam sebuah platform. Satu token bisa saja memuat beberapa aset yang tersimpan dalam sebuah platform blockchain.

2. Token Ekuitas

Token ini merupakan konsep praktis yang memberi kewenangan kepemilikan kepada pemegang token. Token jenis ini hampir sama seperti kepemilikan saham. Pemegang token bisa memberikan hak suara terhadap pengembangan proyek dan masa depan perusahaan.

3. Token Currency

Token currency atau mata uang, berfungsi sebagai nilai tukar yang digunakan sebagai bentuk pembayaran dan penyimpan aset. Token jenis ini identik dengan koin, seperti Bitcoin, Litecoin, Ripple, dan kripto koin lainnya. Tetapi dari sisi pembuatannya tidak perlu menambang, semuanya sudah disediakan dan berjalan dalam blockchain.

4. Token Utilitas 

Token utilitas merupakan jenis token multi-fungsi yang memberi kewenangan kepada pemegang untuk mengakses ke suatu produk atau layanan dalam jaringan tertentu. Token utilitas tidak selalu menawarkan keuntungan, bisa bertindak sebagai pembeda antara mata uang kripto yang secara digital ekuivalen dengan mata uang fiat. 
Token ini memungkinkan pengguna mengakses platform dan memperdagangkannya melalui blockchain. Bisa saja mewakili produk, layanan, dan berbagai bentuk yang bernilai uang. Token utilitas tidak selalu mewakili kontrak investasi, tetapi menekankan potensi keuntungan berdasarkan manajemen orang lain. Sehingga terkadang bisa saja token utilitas dianggap sebagai sekuritas.

5. Token Sekuritas

Pemegang bisa menggunakan token sekuritas untuk membeli barang dan jasa, sering menjanjikan hasil investasi dan nilai. Kualitas menciptakan pelaku pasar dan regulator, melibatkan Securities and Exchange Commission untuk mengklasifikasi token sebagai sekuritas. Sehingga token ini dianggap sebagai kontrak investasi dan memiliki potensi keuntungan, pendapatan pasif dan dividen masa depan.

6. Token Reward

Token reward atau juga disebut token hadiah, setara dengan poin loyalitas atau program penghargaan lainnya. Pada umumnya token ini tidak begitu signifikan dalam harga, karena hanya digunakan sebagai reward. Dan hadiah ini paling sering dipromosikan agar ditukar dengan produk atau jasa, misalnya dalam bentuk diskon.

7. Token Dividen

Token ini menawarkan sebagian profit yang diperoleh dari perusahaan/organisasi yang mengeluarkannya. Tetapi tidak dapat memberikan hak suara kedalam organisasi. Pembagian hasil sesuai jumlah kepemilikan token dan biasanya teratur. Pembagian keuntungan terjadwal bulanan atau lebih cepat per minggu. Konsep ini tidak sama dengan ekuitass atau kepemilikan saham, lebih mirip dengan Staking koin atau Proof of Stake. Dari berbagai jenis strategi pendapatan pasif, pendapatan dari token dividen termasuk yang terbaik.

Apa Itu ICO Token Dan Cara Aman Memilikinya?

Initial Coin Offering atau disebut ICO, merupakan penawaran proyek yang dananya diperoleh dari publik. Bagaimana dengan ICO Token? ICO token yang dimaksud dalam penawaran bisa saja merujuk pada currency (mata uang), utilitas, dividen. Ataupun terkait dengan salah satu jenis token diatas. Sebenarnya istilah yang paling tepat digunakan adalah Initial Token Offering (ITO) untuk semua token diatas. Kecuali token currency yang lebih dekat dengan istilah koin atau alat tukar, maka termasuk ICO.
Bagaimana cara aman sebelum membeli, berinvestasi kedalam ICO ataupun ITO? Peraturan disetiap negara tentunya berbeda-beda, sehingga sangat sulit menentukan ICO token mana yang sudah jelas. Tetapi sebagian besar ICO yang ada di internet termasuk abu-abu, tidak jelas proyeknya. Lalu, bagaimana cara teraman agar tidak terjebak dalam pembelian ICO yang salah?
Di Amerika Serikat, sebuah badan dibentuk untuk mengawasi keluarnya peraturan token, terlebih token dividen. Securities and Exchange Commission (SEC) adalah pengawas yang akan memeriksa segala bentuk token menjanjikan. Termasuk menilai keuntungan masa depan, utilitas, dividen ataupun lainnya. Semua token yang diterbitkan harus sesuai dengan undang-undang AS yang bersangkutan.
Jadi, jika Anda berencana untuk membeli ICO token, sebaiknya cari perusahaan yang berlokasi di Amerika Serikat dan telah melewati proses SEC. Dibandingkan dengan token dari negara lain, token asal AS umumnya dikeluarkan dengan harga yang jauh lebih tinggi. Tetapi proyek yang ditawarkan sangat jelas dan sudah diperiksa sesuai dengan prosedur dan aturan di AS. Diharapkan pengawas seperti ini juga muncul di negara lain, sehingga bisa lebih menjamin investor.

Comments are off this post!