Mining

PPLNS, PPS, Dan Metode Lain Pembayaran Menambang Koin Kripto

Menambang tidak hanya membutuhkan perangkat keras dengan harga tinggi, tetapi juga membutuhkan mining pool. Dalam hal ini semua penambang akan memperoleh bagi hasil dari kripto, sehingga pool akan membaginya berdasarkan metode yang dipilih. PPLNS dan PPS, adalah dua metode yang paling sering digunakan mining pool untuk membayar reward penambang. Tetapi masih banyak penambang yang belum mengetahui apa yang dimaksud PPLNS dan PPS. Kebanyakan memilih kedua opsi ini berdasarkan persentase saja.
PPLNS, PPS
Mengapa kedua metode ini dianggap penting? PPLNS dan PPS akan menentukan reward dalam hal penambangan, terutama ketika memilih waktu singkat ataupun jangka panjang. Bukan hanya PPLNS dan PPS, ada beberapa metode lain yang juga ditawarkan mining pool untuk mendapatkan reward. Jika demikian, model pembayaran apa yang seharusnya digunakan dalam penambangan kripto? 

Pay Per Last N Shares atau PPLNS adalah salah satu cara untuk menentukan berapa banyak koin kripto yang diperoleh ketika selesai mencapai minimum.  Metode penghitungan pembayaran ini mencakup faktor keberuntungan, dan rata-rata menghasilkan lebih besar daripada PPS dalam jangka panjang. Jika ingin menghasilkan uang lebih banyak di jaringan kripto, sebaiknya menggunakan PPLNS. Nilai yang dikumpulkan dalam metode PPLNS akan berdampak pada fluktuasi. 
Pay Per Share atau PPS merupakan metode yang langsung mendapatkan pembayaran standar untuk setiap block yang diselesaikan. Metode ini menghilangkan keberuntungan dalam pembayaran. Pembayaran PPS tidak mengalami resiko fluktuasi sehingga sering menjadi pilihan dalam penambangan jangka pendek. PPS umumnya digunakan untuk orang-orang yang ingin memiliki statistik perhitungan dasar, dan tidak disarankan untuk penambangan sederhana atau penambangan jangka pendek.

Metode Selain PPLNS Dan PPS

Selain kedua metode pembayaran diatas, beberapa mining pool juga mempersiapkan kebijakan sendiri dengan menerapkan salah satu dari metode berikut: 
  1. Capped Pay Per Share with Recent Backpay (CPPSRB). Mining pool akan membayar penambang sebanyak mungkin berdasarkan penemuan blok. Tetapi pool tidak akan bangkrut karena varian tinggi dan penambang memiliki varian lebih rendah dari sistem reward.
  2. Double Geometric Method (DGM). Merupakan gabungan antara PPLNS dan jenis reward Geometrik yang memungkinkan pool menyerap beberapa risiko varian. Mining pool akan menerima sebagian pembayaran pada putaran pendek dan mengembalikannya ke putaran lebih panjang untuk menormalkan pembayaran.
  3. Equalized Shared Maximum Pay Per Share (ESMPPS). Sama seperti PPS, tetapi menyamakan pembayaran secara adil.
  4. Pay On Target (POT), merupakan PPS varians tinggi yang membayar atas dasar tingkat kesulitan kerja di mining pool.
  5. Pay Per Last N Groups (PPLNSG). Sistem ini mirip dengan PPLNS, tetapi saham dikelompokkan bergantian yang dibayar secara keseluruhan.
  6. Proportional (Prop), metode ini membagi reward kepada semua pekerja secara proporsional sesuai yang ditemukan oleh masing-masing penambang.
  7. Recent Shared Maximum Pay Per Share (RSMPPS), sistem yang memprioritaskan para penambang paling baru terlebih dahulu.
  8. Score, sebuah sistem berbasis skor menawarkan hadiah proporsional yang ditimbang berdasarkan waktu sejak putaran awal hingga yang terakhir.
  9. Shared Maximum Pay Per Share (SMPPS). Sama seperti PPS, tetapi tidak pernah membayar lebih dari yang dihasilkan pool.
  10. Full Pay Per Share (FPPS), hampir mirip dengan PPS. Tidak hanya membagi reward blok, tetapi juga menagihkan beberapa biaya transaksi.

Saat ini, umumnya mining pool menawarkan pembayaran reward berupa PPLNS dan PPS. Perlu diingat, bahwa pool hashrate sebagian besar tidak relevan tetapi bisa dijadikan tolak ukur popularitas. Bergabung kedalam suatu mining pool tidak hanya melihat dari metode pembayaran, tetapi pertimbangan berdasarkan metrik lainnya. Metrik ini diukur seiring waktu, seiring pertumbuhan jaringan, dan tingkat hash rate.

Comments are off this post!